Jusuf Kalla Klaim Peran Utama, Jokowi Menolak Komentar

Arif S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 112 dibaca
Bisik.id
Jusuf Kalla Klaim Peran Utama, Jokowi Menolak Komentar

Gambar atau konten salah?

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengklaim bahwa ia berperan penting dalam kesuksesan Joko Widodo menjadi Presiden ke-7 Republik Indonesia. Pernyataan tersebut langsung mendapat tanggapan singkat dari Jokowi.

Di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, pada hari Senin, 20 April 2026, Jokowi dikutip mengatakan, “Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ketika ditemui wartawan. Saat ditanya tentang klaim JK yang menyebut negara hancur karena dirinya menjadi presiden, Jokowi menolak berkomentar lebih lanjut. Ia menegaskan, “Yang menilai bukan saya,” ujarnya.

JK sebelumnya mengekspresikan kemarahan atas tuduhan Rismon Sianipar yang menuduhnya mendanai kasus ijazah Jokowi. Tuduhan tersebut muncul di video ceramah JK tentang “mati syahid” di UGM. JK ditanya apakah ia merasa dipolitisasi dalam kasus tersebut. Ia menjawab tidak ingin berspekulasi, namun ia menilai polemik ini muncul setelah ia melaporkan Rismon Sianipar ke polisi terkait tudingan pendanaan kasus ijazah Jokowi.

JK juga mengungkapkan bahwa ia sering dihubungi oleh Rismon dan Roy Suryo, namun selalu menolak karena ingin tetap netral di tengah isu ijazah palsu Jokowi. Ia berkata, “Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja. Jadi saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 M, mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu saja tidak tahu saya, kenal pun tidak. Ini buktinya WA-nya. Tidak saya bilang,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, JK menyinggung peran pentingnya dalam karier politik Jokowi. Ia mengaku sebagai sosok yang membawa Jokowi dari Solo ke panggung politik Jakarta. JK menyebut dirinya yang mengusulkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Bahkan, JK menegaskan perannya dalam kemenangan Jokowi hingga menjadi Presiden ke-7 RI, dengan mengucapkan, “Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” ujar JK.

Kasus ini menyoroti dinamika politik di Indonesia, di mana peran pendukung dan tuduhan saling berputar. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana tokoh-tokoh senior berusaha menegaskan posisi mereka dalam sejarah politik, sekaligus menanggapi tuduhan yang dapat memengaruhi reputasi publik. Pihak-pihak terkait masih menunggu klarifikasi lebih lanjut mengenai tuduhan dan peran masing-masing dalam proses politik yang sedang berlangsung.

Jusuf KallaJoko WidodoRismon SianiparIjazah palsuPolitisasiPDIP Megawati Soekarnoputri

Komentar

Memuat komentar...