Kadin Usulkan Relaksasi Kredit & Penangguhan Pajak

Ningsih R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Kadin Usulkan Relaksasi Kredit & Penangguhan Pajak

Gambar atau konten salah?

Anindya Bakrie, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), baru saja bertemu dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Pertemuan itu diadakan pada 30 April 2026 di Jakarta Selatan, saat acara Rakornas Kadin Bidang Perdagangan 2026.

Dalam rapat singkat, Anindya menyampaikan beberapa usulan penting bagi dunia usaha. Ia memulai pembicaraan dengan analogi yang cukup hidup: “Pagi kami bertemu dengan Ketua DEN Pak Luhut. Kami mengatakan analoginya, Pak, ini kalau pengusaha itu ayam, ayam petelur. Ini lagi stres sejak perang, lagi takut,” kata Anin. Analogi tersebut menekankan ketegangan yang dirasakan para pelaku bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Anindya, Dewan Ekonomi Nasional berfungsi sebagai “think tank” bagi Presiden. Ia menjelaskan, “Dewan Ekonomi Nasional adalah think tank daripada Pak Presiden atau pemerintah. Jadi ini kami sampaikan supaya menjadi pertimbangan untuk nanti bersama-sama memberikan masukan pada pemerintah,” ujarnya. Dengan kata lain, DEN dianggap sebagai jembatan antara sektor swasta dan kebijakan publik.

Usulan utama Anindya berfokus pada relaksasi bagi perusahaan. Ia mengungkapkan, “Mungkin usul kami ya pertama berikanlah ini napas. Napas itu seperti apa? Ini contoh saja, napasnya ya berikanlah kelonggaran-kelonggaran di sana-sini. Misalnya relaksasi kredit, bayar bunga dulu tapi pokoknya bertahap. Lalu penangguhan pajak BBM, lalu juga penangguhan pajak ekspor. Nah ini untuk istilahnya memberi napas ayam-ayam petelur ini. Ini kita semua,” ujarnya. Ide ini bertujuan memberi ruang bagi pengusaha untuk menyesuaikan diri dengan tekanan pasar.

Selain itu, Anindya menyoroti perlunya membuka sumbatan di sektor perdagangan dan industri. Ia berkata, “Lalu juga kita ingin buka sumbatan supaya kita bisa istilahnya mulai sedikit ofensif,” kata Anindya. Baginya, kebijakan yang jelas dan terukur akan membantu pelaku usaha mengatasi hambatan perizinan dan regulasi yang masih membebani.

Dalam menanggapi kritik yang mungkin muncul, Anindya menegaskan bahwa Kadin tidak memaksa pemerintah untuk menerapkan semua usulan. Ia menambahkan, “Kadin sebagai mitra strategis tentu memberikan masukan yang ada dari dunia usaha. Tidak semuanya perlu dituruti, tapi paling tidak dicarikan jalan dan dimengerti nuansanya. Jadi tadi kita bilang bagaimana caranya yang pertama diberikan napas, supaya kita bisa beratur strategi,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya sinyal kuat bahwa investasi dan perdagangan akan terus didorong, sekaligus menjaga kepercayaan pelaku usaha di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menandai langkah konkret Kadin dalam berkolaborasi dengan DEN untuk menciptakan kebijakan ekonomi yang lebih responsif terhadap kebutuhan dunia usaha. Dengan menekankan relaksasi kredit, penangguhan pajak, dan pembukaan sumbatan regulasi, Kadin berharap dapat memberi “napas” bagi pengusaha Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Kadin tetap berperan sebagai penasihat strategis, menawarkan solusi yang realistis sambil menghormati proses kebijakan pemerintah.

KadinDENrelaksasi kreditpenangguhan pajaksumbatan regulasiinvestasiketidakpastian ekonomi

Komentar

Memuat komentar...