KAI Fokus Keselamatan Jembatan Cirahong, Adu Pungutan Motor

Iwan D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
KAI Fokus Keselamatan Jembatan Cirahong, Adu Pungutan Motor

Gambar atau konten salah?

Jembatan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya menjadi sorotan setelah muncul tuduhan pungutan liar terhadap pengendara motor. Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung merespons dengan menegaskan fokus utama mereka pada keselamatan operasional kereta api di atas jembatan tersebut.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, menyatakan bahwa pengelolaan masalah di luar kepentingan operasional kereta api adalah ranah pemerintah daerah. Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah setempat dalam memastikan kelancaran serta fungsi Jembatan Cirahong bagi mobilitas masyarakat. “Terkait penjaga yang viral, itu lebih tepat dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. Fokus kami adalah memastikan tidak ada dampak terhadap keselamatan perjalanan kereta api,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Selasa (7 April 2024).

Jembatan Cirahong memiliki dua fungsi. Bagian atas berfungsi sebagai jalur kereta api, sementara bagian bawah dimanfaatkan oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Kuswardoyo menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun sejak 1893 memiliki peran vital sehingga harus dijaga bersama. Demi menjaga kekuatan konstruksi, sejak 1 September 2021, KAI membatasi akses hanya bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

“Jembatan ini sudah berusia lebih dari satu abad. Karena konstruksinya berkaitan langsung dengan jalur kereta api di atasnya, maka kami batasi hanya untuk roda dua dan pejalan kaki,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa secara umum kondisi jembatan masih dinilai aman bagi pengguna yang mematuhi aturan tersebut. “Kalau untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua, saya rasa masih aman,” katanya.

KAI juga mengapresiasi langkah pemda yang telah melakukan perbaikan, termasuk penggantian material kayu di jembatan tersebut. “Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah melakukan perbaikan, terutama pada bagian kayu jembatan,” ucapnya. Namun, Kuswardoyo mengingatkan bahwa beban berlebih di jembatan dapat berdampak pada jalur rel di bagian atas. “Kalau ada beban berlebihan, kami khawatir bisa memengaruhi kondisi jalur kereta api dan membahayakan perjalanan,” tegasnya.

Terkait pengawasan di lapangan, KAI mengaku belum berencana menempatkan petugas khusus di lokasi tersebut. “Sejauh ini kami belum memikirkan untuk menyiapkan petugas di sana, karena fokus utama kami tetap pada keselamatan operasional kereta api,” pungkasnya.

Jembatan Cirahong tetap menjadi titik penting bagi mobilitas penduduk di wilayah tersebut. KAI menegaskan komitmen mereka menjaga keamanan jalur kereta api, sementara pemerintah daerah bertanggung jawab atas pengelolaan ruang bawah jembatan. Keduanya bekerja sama untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan semua pengguna jalan.

Jembatan CirahongPT Kereta Api IndonesiaKeselamatan Kereta ApiPengelolaan JembatanPungutan LiarMobilitas Masyarakat

Komentar

Memuat komentar...