Kalender Hijriah: 24 Mei 2026 Jadi 7 Dzulhijjah 1447 H

Surya B. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 148 dibaca
Bisik.id
Kalender Hijriah: 24 Mei 2026 Jadi 7 Dzulhijjah 1447 H

Gambar atau konten salah?

Kalender Hijriah dan Masehi tidak selalu bersinggungan pada hari yang sama. Karena perhitungan bulan Hijriah didasarkan pada fase bulan, maka setiap tahun terdapat perbedaan tanggal antara kedua kalender tersebut. Umat Islam seringkali memerlukan konversi tanggal agar dapat menyesuaikan ibadah dan hari penting keagamaan.

Berikut konversi tanggal hari ini, Minggu, 24 Mei 2026, ke dalam kalender Hijriah. Menurut data yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 24 Mei 2026 jatuh pada 7 Dzulhijjah 1447 H. Pada bulan Mei 2026, dua bulan Hijriah bersilang: Dzulqa'dah dan Dzulhijjah.

Berikut rincian konversi tanggal dari 2 Mei hingga 14 Mei 2026, yang menampilkan pergeseran antara tanggal Masehi dan Hijriah. Tabel ini membantu memvisualisasikan bagaimana setiap hari Masehi bertepatan dengan tanggal tertentu di bulan Dzulqa'dah atau Dzulhijjah.

  • 2 Mei 2026 – 14 Dzulqa'dah 1447 H
  • 3 Mei 2026 – 15 Dzulqa'dah 1447 H
  • 4 Mei 2026 – 16 Dzulqa'dah 1447 H
  • 5 Mei 2026 – 17 Dzulqa'dah 1447 H
  • 6 Mei 2026 – 18 Dzulqa'dah 1447 H
  • 7 Mei 2026 – 19 Dzulqa'dah 1447 H
  • 8 Mei 2026 – 20 Dzulqa'dah 1447 H
  • 9 Mei 2026 – 21 Dzulqa'dah 1447 H
  • 10 Mei 2026 – 22 Dzulqa'dah 1447 H
  • 11 Mei 2026 – 23 Dzulqa'dah 1447 H
  • 12 Mei 2026 – 24 Dzulqa'dah 1447 H
  • 13 Mei 2026 – 25 Dzulqa'dah 1447 H
  • 14 Mei 2026 – 26 Dzulqa'dah 1447 H
  • 15 Mei 2026 – 27 Dzulqa'dah 1447 H
  • 16 Mei 2026 – 28 Dzulqa'dah 1447 H
  • 17 Mei 2026 – 29 Dzulqa'dah 1447 H
  • 18 Mei 2026 – 30 Dzulqa'dah 1447 H
  • 19 Mei 2026 – 1 Dzulhijjah 1447 H
  • 20 Mei 2026 – 2 Dzulhijjah 1447 H
  • 21 Mei 2026 – 3 Dzulhijjah 1447 H
  • 22 Mei 2026 – 4 Dzulhijjah 1447 H
  • 23 Mei 2026 – 5 Dzulhijjah 1447 H
  • 24 Mei 2026 – 6 Dzulhijjah 1447 H
  • 25 Mei 2026 – 7 Dzulhijjah 1447 H
  • 26 Mei 2026 – 8 Dzulhijjah 1447 H
  • 27 Mei 2026 – 9 Dzulhijjah 1447 H
  • 28 Mei 2026 – 10 Dzulhijjah 1447 H
  • 29 Mei 2026 – 11 Dzulhijjah 1447 H
  • 30 Mei 2026 – 12 Dzulhijjah 1447 H
  • 31 Mei 2026 – 13 Dzulhijjah 1447 H

Di bulan Dzulhijjah, terdapat beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Berikut rangkuman enam amalan utama yang dapat dilaksanakan umat Islam pada bulan ini, bersumber dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid.

  1. Puasa Dzulhijjah – Disunnahkan berpuasa selama sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, yakni tanggal 1‑9. Puasa ini termasuk amalan shalih yang dianjurkan. Ummul Mu'minin Hafsah menuturkan, “Sesungguhnya, Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR. Abu Dawud).
  2. Puasa Arafah – Dilakukan pada hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Hari ini dianggap penuh keutamaan, termasuk hari pengampunan dosa dan wukuf bagi jamaah haji. Aisyah mengutip, “Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka, melainkan hari Arafah.” (HR. Muslim). Rasulullah SAW juga bersabda, “Puasa Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim).
  3. Bertakbir – Memperbanyak takbir, tahlil, tasbih, istighfar, dan doa dianjurkan di bulan Dzulhijjah, khususnya menjelang Idul Adha dan hari-hari tasyrik. Imam Bukhari mencatat, “Ibnu Abbas berkata, ‘Berdzikirlah kalian kepada Allah di hari-hari yang ditentukan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq.’” (HR. Bukhari dan Muslim).
  4. Sholat Idul Adha – Pada tanggal 10 Dzulhijjah umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Shalat Idul Adha disunnahkan di pagi hari. Ibnu Abbas meriwayatkan, “Rasulullah Saw. pernah keluar pada Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan shalat qabliyah maupun ba'diyah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  5. Berkurban – Pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyriq, umat yang mampu dianjurkan untuk berkurban sesuai ajaran Nabi Ibrahim AS. Al-Qur’an memerintahkan, “فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَالْخَرُ… Maka, dirikanlah sholat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (QS. al-Kautsar [108]: 02). Berkurban berarti menyembelih hewan kurban, yang dikenal dengan istilah al‑udhhiyah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menyembelih hewan qurban setelah shalat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  6. Puasa Ayyamul Bidh – Amalan rutin pada pertengahan bulan Hijriah, termasuk Dzulhijjah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15. Abu Daud meriwayatkan, “Rasulullah SAW telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.” (HR Abu Dawud).

Dengan mengetahui konversi tanggal dan amalan yang dianjurkan, umat Islam dapat menyiapkan diri untuk melaksanakan ibadah dengan tepat waktu. Menjalankan puasa, sholat, dan kurban pada hari-hari yang ditetapkan tidak hanya memenuhi tuntunan agama, tetapi juga memperkuat kesadaran akan nilai spiritual yang terkandung dalam setiap amalan. Mengetahui tanggal 7 Dzulhijjah 1447 H pada 24 Mei 2026 membantu para jamaah haji dan non‑haji merencanakan aktivitas ibadah mereka, khususnya puasa Arafah dan persiapan Idul Adha. Sehingga, konversi kalender menjadi alat penting bagi umat dalam menjaga konsistensi ibadah dan menghormati hari-hari suci yang diatur dalam tradisi Islam.

Kalender HijriahKonversi TanggalDzulhijjahPuasa ArafahIdul AdhaBerkurbanTasyriq

Komentar

Memuat komentar...