Kalender Hijriah Mei 2026: 18 Dzulqa'dah & Amalan Sunnah

Nurul H. · 4 min baca · 28 hari lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Kalender Hijriah Mei 2026: 18 Dzulqa'dah & Amalan Sunnah

Gambar atau konten salah?

Kalender Hijriah hari ini, 06 Mei 2026 jatuh pada tanggal 18 Dzulqa'dah 1447 H. Pada hari Rabu ini, umat Islam di seluruh dunia dapat menyesuaikan ibadah mereka dengan mengetahui konversi antara kalender Masehi dan Hijriah.

Perhitungan kedua kalender tersebut berbeda. Kalender Masehi bersifat solor, sedangkan kalender Hijriah didasarkan pada fase bulan. Akibatnya, satu bulan Hijriah biasanya 29 atau 30 hari, sehingga tanggal Hijriah bergeser setiap tahun dibandingkan dengan kalender Masehi. Untuk mengetahui tanggal Hijriah pada hari tertentu, umat Islam biasanya mengacu pada konversi yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag).

Berikut adalah konversi tanggal Hijriah untuk bulan Mei 2026, yang dibagi menjadi dua periode bulan Hijriah: Dzulqa'dah dan Dzulhijjah. Setiap baris menunjukkan tanggal Masehi dan padanan tanggal Hijriah.

  • 01 Mei 2026: 13 Dzulqa'dah 1447 H
  • 02 Mei 2026: 14 Dzulqa'dah 1447 H
  • 03 Mei 2026: 15 Dzulqa'dah 1447 H
  • 04 Mei 2026: 16 Dzulqa'dah 1447 H
  • 05 Mei 2026: 17 Dzulqa'dah 1447 H
  • 06 Mei 2026: 18 Dzulqa'dah 1447 H
  • 07 Mei 2026: 19 Dzulqa'dah 1447 H
  • 08 Mei 2026: 20 Dzulqa'dah 1447 H
  • 09 Mei 2026: 21 Dzulqa'dah 1447 H
  • 10 Mei 2026: 22 Dzulqa'dah 1447 H
  • 11 Mei 2026: 23 Dzulqa'dah 1447 H
  • 12 Mei 2026: 24 Dzulqa'dah 1447 H
  • 13 Mei 2026: 25 Dzulqa'dah 1447 H
  • 14 Mei 2026: 26 Dzulqa'dah 1447 H
  • 15 Mei 2026: 27 Dzulqa'dah 1447 H
  • 16 Mei 2026: 28 Dzulqa'dah 1447 H
  • 17 Mei 2026: 29 Dzulqa'dah 1447 H
  • 18 Mei 2026: 01 Dzulhijjah 1447 H
  • 19 Mei 2026: 02 Dzulhijjah 1447 H
  • 20 Mei 2026: 03 Dzulhijjah 1447 H
  • 21 Mei 2026: 04 Dzulhijjah 1447 H
  • 22 Mei 2026: 05 Dzulhijjah 1447 H
  • 23 Mei 2026: 06 Dzulhijjah 1447 H
  • 24 Mei 2026: 07 Dzulhijjah 1447 H
  • 25 Mei 2026: 08 Dzulhijjah 1447 H
  • 26 Mei 2026: 09 Dzulhijjah 1447 H
  • 27 Mei 2026: 10 Dzulhijjah 1447 H
  • 28 Mei 2026: 11 Dzulhijjah 1447 H
  • 29 Mei 2026: 12 Dzulhijjah 1447 H
  • 30 Mei 2026: 13 Dzulhijjah 1447 H
  • 31 Mei 2026: 14 Dzulhijjah 1447 H

Dengan mengetahui padanan tanggal ini, umat Islam dapat merencanakan ibadah dan perayaan keagamaan yang sesuai dengan kalender Hijriah. Salah satu contoh ibadah yang sering dijadwalkan berdasarkan tanggal Hijriah adalah puasa pada tanggal 25 Dzulqa'dah.

Di bulan Dzulqa'dah, yang termasuk bulan haram, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan. Berikut ini daftar amalan tersebut, yang diambil dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ust. Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:

  • Mandi Sunnah dan Berwudhu – Umat Islam disunnahkan untuk mandi bersih dan suci dengan niat mandi sunnah pada hari pertama bulan Dzulqa'dah. Keutamaan mandi ini diyakini akan membawa keberkahan selama bulan tersebut.
  • Shalat Sunnah – Melaksanakan shalat sunnah empat rakaat, dengan dua salam. Setiap rakaat setelah al-Faatihah, bacalah surat al-Ikhlas tiga kali, an-Naas tiga kali, dan al-Falaq satu kali. Setelah salam terakhir, bacalah Istighfar sebanyak tujuh puluh kali, lalu bacalah doa berikut:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِLaa haulaa wa laa quwwata ilaa billahil 'aliyyil 'azhiimi. Artinya: “Tiada daya dan tiada kekuatan, kecuali karena pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Agung.”

يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَذُنُوْبَ جَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَYaa 'aziizu yaa ghaffaaru, ighfirlii dzunuubii wa dzunuuba jamii'il mu'miniina wal mu'minaat. Fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta. Artinya: “Wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Pengampun, ampuni dosa-dosaku serta dosa-dosa mukminin dan mukminat. Sebab, tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.”

  • Berpuasa pada Tanggal 25 Dzulqa'dah – Amalan ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hasan bin Ali al-Wasysya'. Ia berkata, “Suatu ketika, aku bersama ayahku—ketika itu aku masih kecil—makan malam di dekat makam Imam Ali ar-Ridha. Malam itu adalah malam tanggal 25 Dzulqa'dah, kemudian ayahku berkata, 'Malam 25 Dzulqa'dah adalah malam kelahiran Nabi Ibrahim dan Nabi Isa. Malam ini adalah malam ketika Bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah. Barang siapa berpuasa pada hari ini, maka nilainya sama dengan berpuasa 60 bulan.'”
  • Berdzikir dan Berdoa pada Malam 15 Dzulqa'dah – Para ulama menganggap malam 15 Dzulqa'dah sebagai malam penuh barakah. Allah SWT memandang semua umat mukmin dengan rahmat-Nya, memberi seratus pahala kepada orang yang beramal dalam ketaatan kepada-Nya. Oleh karena itu, malam ini dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa.
  • Qiyamul Lail – Menurut sebagian ahli hadits, malam tanggal 25 Dzulqa'dah adalah malam ketika Bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah di atas air. Malam ini dianggap mulia, dan yang bangun malam untuk beribadah akan memperoleh pahala yang tidak terhingga.
  • Berpuasa Ayyamul Bidh – Puasa sunnah ini dilaksanakan pada pertengahan bulan, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15. Amalan ini menambah keberkahan bagi yang menunaikannya.
  • Dengan mengetahui konversi tanggal Hijriah dan memahami amalan sunnah yang dianjurkan di bulan Dzulqa'dah, umat dapat lebih mudah menyesuaikan jadwal ibadah mereka. Menjalankan amalan ini tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga membantu menjaga konsistensi dalam praktik keagamaan.

    Perpaduan antara pengetahuan kalender dan amalan sunnah menciptakan keseimbangan antara waktu dan spiritualitas. Umat yang mengikuti panduan ini dapat merasakan kedekatan lebih dengan ajaran Islam, sekaligus menyesuaikan aktivitas harian mereka dengan ritme alam semesta yang diatur oleh sistem kalender Hijriah.

    Kalender HijriahDzulqa'dahDzulhijjahPuasa 25 Dzulqa'dahMandi SunnahShalat SunnahQiyamul Lail

    Komentar

    Memuat komentar...