Kanker Payudara: Diet dan Obesitas Tingkatkan Risiko

Dwi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Kanker Payudara: Diet dan Obesitas Tingkatkan Risiko

Gambar atau konten salah?

Jakarta, kanker tetap menjadi salah satu penyakit dengan angka kematian tinggi di dunia. Selain faktor genetik dan lingkungan, pola makan sehari‑hari juga disebut memiliki peran besar dalam meningkatkan risiko kanker.

Dr. Jeffry Beta Tenggara, SpPD‑KHOM, seorang spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi, mengungkapkan bahwa belum ada faktor pasti yang dapat menjelaskan munculnya kanker. Namun, pola makan tidak sehat, terutama yang berlebihan kalori hingga menyebabkan obesitas, membuat seseorang lebih rentan terkena kanker, seperti kanker payudara.

“Untuk kanker payudara memang ada faktor keturunan bisa bermain di situ. Ada yang namanya mutasi BRCA. Kemudian ada faktor yang lain, misalkan faktor kegemukan,” kata Dr. Jeffry di sela‑sela 6th Siloam Oncology Summit yang berlangsung di Shangri‑La, Jakarta Pusat pada 23 Mei 2026.

Menurutnya, penelitian menunjukkan bahwa populasi wanita yang obesitas memiliki risiko terjadinya kanker lebih tinggi dibandingkan yang tidak obesitas. Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko munculnya kanker payudara.

Dr. Jeffry menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan, baik secara mandiri maupun klinis. Pemeriksaan klinis dapat memilih mammografi, terutama bagi perempuan usia di atas 40 tahun atau yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga. Mammografi menggunakan sinar‑X dosis rendah untuk mendeteksi kelainan pada jaringan payudara, termasuk benjolan yang belum terasa saat diraba.

Selain itu, USG payudara (USG mammae) adalah prosedur noninvasif yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jaringan di dalam payudara. “USG dan mammografi ini sendiri itu alat yang tersedia sangat luas di seluruh Indonesia. Kan kota‑kota kecil itu sekarang sudah punya alat USG dan mammografi ini,” tambahnya.

“Kapan kita lakukan USG? Kalau usia pasien di bawah 40 tahun. Di atas 40 tahun baru mammografi itu akan dipakai juga,” tutupnya.

Dengan informasi ini, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa pola makan sehat, menjaga berat badan, dan membatasi konsumsi alkohol dapat menurunkan risiko kanker. Pemeriksaan rutin, seperti USG dan mammografi, juga menjadi kunci deteksi dini, yang dapat meningkatkan peluang kesembuhan bagi penderita kanker payudara.

kanker payudaraobesitaspola makan sehatkonsumsi alkoholmammografiUSG payudaramutasi BRCA

Komentar

Memuat komentar...