Kasus Campak Naik di Tasikmalaya, Pemerintah Tingkatkan Vaksinasi

Ratna D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Kasus Campak Naik di Tasikmalaya, Pemerintah Tingkatkan Vaksinasi

Gambar atau konten salah?

Di Kota Tasikmalaya, penyakit campak menunjukkan tren peningkatan yang menimbulkan kewaspadaan di kalangan pemerintah daerah. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat bahwa sepanjang tahun ini telah terdeteksi ratusan kasus terduga (suspek) yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, puluhan telah dikonfirmasi positif.

Menurut data yang dikeluarkan, jumlah terduga sudah sekitar 100 kasus, sementara yang terkonfirmasi positif sekitar 30 orang. Angka ini menandai lonjakan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

“Laporan kasus campak ada, suspek juga ada. Jumlah terduga sudah sekitar 100 kasus, sementara yang terkonfirmasi positif sekitar 30 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, pada hari Rabu, 01 April 2026.

Untuk menanggapi situasi ini, Dinas Kesehatan memulai penyelidikan epidemiologi guna melacak sumber penularan dan mengidentifikasi kontak erat. Langkah ini bertujuan memutus rantai penyebaran sejak dini. Selain itu, upaya percepatan vaksinasi menjadi fokus utama, khususnya bagi balita yang belum menerima imunisasi campak.

“Upaya kami meliputi penyelidikan epidemiologi dan peningkatan cakupan vaksinasi, terutama untuk balita yang belum divaksin,” tambah Asep.

Pemerintah daerah juga memperketat penanganan di fasilitas kesehatan melalui penerbitan surat edaran. Tenaga medis diminta melakukan deteksi dini, penanganan, serta isolasi pasien sesuai prosedur untuk mencegah penularan lebih luas.

“Ini penting agar tidak terjadi penularan ke tenaga kesehatan maupun keluarga pasien,” jelas Asep.

Sementara itu, salah seorang kader Posyandu di Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Lusi Nurasiyah, mengaku pihaknya tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit ini.

“Iya katanya penyakit tampek (campak) lagi musim ya, setiap kegiatan Posyandu kami ingatkan terus ke ibu-ibu. Tapi kalau di sini mayoritas sudah imunisasi, mudah-mudahan tidak ada,” kata Lusi.

Lusi juga menekankan pentingnya tindakan cepat. “Kami sebatas mengimbau jika anak sakit segera dibawa ke dokter. Supaya bisa segera ditangani, diketahui penyakitnya, jadi penanganannya tidak terlambat,” ujarnya.

Dengan kombinasi penyelidikan, peningkatan vaksinasi, dan edukasi masyarakat, pemerintah Kota Tasikmalaya berusaha menahan laju penyebaran campak. Keberhasilan upaya ini tergantung pada partisipasi aktif semua pihak, mulai dari tenaga medis hingga orang tua.

campakTasikmalayakasusvaksinasipenyakitpenyelidikan epidemiologibalitapenularan

Komentar

Memuat komentar...