Kasus Suspek Campak Tulungagung Naik 100%, ORI Diperkuat

Endah K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Kasus Suspek Campak Tulungagung Naik 100%, ORI Diperkuat

Gambar atau konten salah?

Tulungagung, 01 April 2026 – Kasus suspek penyakit campak di wilayah ini melonjak 100 % dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk menanggulangi peningkatan tersebut, Dinas Kesehatan Tulungagung memperkuat program vaksinasi di daerah terdampak.

Menurut dr Aris Setiawan, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, pada semester awal 2026 mereka menemukan 44 kasus suspek campak. Dari jumlah itu, 1 dinyatakan positif setelah pemeriksaan laboratorium.

“Sebagai perbandingan, pada Februari tahun lalu terdapat sekitar 20‑an kasus suspek dengan 1 kasus positif di bulan Maret. Untuk yang kasus positif sama, cuma suspeknya lebih banyak,” kata dr Aris, Rabu (01 April 2026).

Suatu pasien yang dinyatakan positif kini sudah pulih dan kembali beraktivitas normal. Pasien tersebut terdeteksi positif pada awal tahun 2026.

Untuk menanggulangi tingginya kasus suspek, Dinkes Tulungagung menggelar Outbreak Response Immunization (ORI), yaitu pemberian vaksin campak tambahan. Fokusnya pada wilayah dengan laporan suspek tinggi.

“Vaksin diberikan kepada balita usia 9 hingga 59 bulan. Dengan ketentuan di wilayah prioritas seperti Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, vaksin diberikan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya (baik yang belum pernah maupun yang belum lengkap),” ujarnya.

Jumlah sasaran vaksinasi di Ringinpitu mencapai 350 anak. Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan, program ini merupakan Catch‑up Campaign atau imunisasi kejar.

Aris menambahkan, meskipun terjadi peningkatan kasus suspek, wilayah Tulungagung belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). “Belum KLB. Kalau di Jawa Timur, terdapat dua kabupaten lain yaitu Pamekasan dan Jember yang juga direkomendasikan melakukan ORI secara menyeluruh di tingkat kabupaten,” jelasnya.

Kasus suspek campak di Tulungagung menunjukkan perlunya pemantauan terus menerus dan vaksinasi tambahan, meski belum mencapai tingkat kejadian luar biasa. Program ORI di Ringinpitu menjadi contoh upaya konkret untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Penyakit campakkasus suspekvaksinasiOutbreak Response Immunization (ORI)TulungagungRinginpituKementerian KesehatanWHO

Komentar

Memuat komentar...