Kebakaran Avanza di SPBU Silayur: 2 Korban Luka Ringan

Hari W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Kebakaran Avanza di SPBU Silayur: 2 Korban Luka Ringan

Gambar atau konten salah?

Di depan SPBU Silayur, Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, satu mobil Toyota Avanza terbakar setelah mengisi bensin. Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik di dalam kendaraan.

Waktu kejadian diperkirakan sekitar pukul 20.17 WIB, 05 April 2026. Pada saat itu, jalur utama Jalan Prof Dr Hamka sedang macet, dan orang-orang di sekitar tempat kejadian terlihat menonton mobil yang sedang terbakar. Tidak ada petugas pemadam kebakaran maupun ambulans di lokasi saat api masih menyala.

Warga setempat, Budi, 23 tahun, menjadi saksi mata. Ia mengungkapkan, “Terus lihat jalannya macet, ternyata orang lagi pada nonton mobil kebakaran. Waktu itu apinya udah membakar semua bagian mobil tapi waktu itu belum ada pemadam kebakaran, termasuk ambulansnya juga belum datang.” Budi menambah, “Apinya kerasa banget sampai badanku panas. Waktu itu kayaknya sudah nggak ada orang di dalam mobil.” Ia juga mencatat bahwa jalur lalu lintas sempat macet panjang karena situasi darurat.

Polsek Ngaliyan, melalui Aiptu Joko Pramono, menyatakan bahwa mobil Avanza tersebut dikendarai oleh warga asal Kendal, JE, 45 tahun. Dalam mobil tersebut ada dua orang, suami dan istri. Pramono menjelaskan, “Mobil ini baru mengisi (bensin), terus keluar pom bensin dia mau menghidupkan AC, akhirnya terjadi korsleting, terjadi kebakaran.” Ia menambahkan, “Kebakaran terjadi kurang lebih pukul 20.15 WIB dan berlangsung sekitar 15 menit. Mobil terbakar pun langsung dipadamkan oleh Damkar Kota Semarang.”

Menurut Santoso, komandan Regu Damkar Kota Semarang, dua armada Damkar sudah diterjunkan kurang dari lima menit setelah kejadian. Ia menegaskan, “Pemadamannya paling nggak sampai 15 menit, semuanya terbakar.” Dua korban, suami dan istri, mengalami luka. Suami terluka ringan, sedangkan istri terbakar dan segera dibawa ke rumah sakit. Kerugian kendaraan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Setelah api padam, jalan kembali lancar dan lalu lintas mengalir normal. Saksi lain melaporkan bahwa tidak ada orang yang mendekat untuk membantu memadamkan karena api terlalu besar. Masyarakat di sekitar SPBU Silayur tetap waspada terhadap potensi kecelakaan akibat korsleting di kendaraan.

Kejadian ini menegaskan pentingnya kehati-hatian saat mengisi bahan bakar dan memeriksa kondisi listrik kendaraan. Masyarakat diingatkan untuk selalu mematikan mesin dan memeriksa kabel serta sistem listrik sebelum menyalakan AC atau peralatan lain di dalam mobil.

SPBU SilayurToyota Avanzakorsleting listrikkebakaran mobilpemadam kebakarankerugian kendaraan

Komentar

Memuat komentar...