Kebakaran Hebat di Belawan, Puluhan Perkapalan Nelayan Terbakar
Gambar atau konten salah?
Kebakaran melanda sejumlah perahu nelayan di Pelabuhan Belawan, tepatnya di kawasan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Api diduga mulai menyala dari satu kapal yang sedang terparkir, lalu dengan cepat merambat ke kapal-kapal lain di sekitarnya.
Romy (43), seorang warga yang tinggal di sekitar pelabuhan, menceritakan apa yang dilihatnya. Saat itu, ia baru saja pulang dari pasar dan langsung melihat kobaran api yang sudah besar. "Saya tadi pulang dari pasar melihat api sudah membara membakar sejumlah kapal nelayan yang ada di sekitarnya," kata Romy. Ia menjelaskan bahwa api sudah terlihat membesar dan melahap beberapa kapal nelayan yang sedang bersandar.
Melihat situasi yang mencekam, para nelayan dan awak kapal yang berada di lokasi tidak tinggal diam. Mereka langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Mereka melakukan ini sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran dari kota. "Karena melihat kapal terbakar, para nelayan langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya," ujar Romy.
Menurut Romy, api menyebar dengan sangat cepat. Penyebab utamanya adalah material kapal-kapal tersebut yang sebagian besar terbuat dari kayu. Selain itu, kapal-kapal itu sedang terparkir rapat di dermaga setelah selesai menangkap ikan. Kondisi ini membuat api mudah berpindah dari satu kapal ke kapal lainnya. "Lagi terparkir, jadi cepat menyambar. Kapal dan sampan nelayan terbuat dari kayu, jadi api mudah membesar," ucapnya.
Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran Kota Medan akhirnya tiba di lokasi. Mereka langsung bekerja sama dengan para nelayan untuk menjinakkan api. Plt Kepala Dinas tersebut, Wandro Malau, mengatakan bahwa timnya masih fokus pada proses pemadaman. "Saat ini masih dilakukan pemadaman terhadap kapal yang terbakar," katanya saat dihubungi.
Wandro Malau mengaku belum bisa memastikan berapa jumlah pasti kapal yang terbakar dalam insiden ini. Sebab, sebagian kapal masih berada di perairan. Proses pendataan juga belum dilakukan karena prioritas utama saat ini adalah memadamkan api. "Belum tahu jumlahnya. Kami masih fokus pemadaman, nanti akan kami informasikan," pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kapal-kapal kayu yang bersandar rapat sangat rentan terhadap bahaya kebakaran. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan di pelabuhan menjadi hal yang krusial untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Delegasi UNDP dan Swiss Tinjau Program Hijau Siak
Juru Parkir Gagalkan Curian Rp 3,6 M, Dapat Hadiah Umrah
Ginjal Rusak Diam-diam: Waspada 4 Tanda Ini pada Diabetes
PDIP Sindir Balik Golkar Soal Listrik Padam
Piala Dunia 2026: Antara Hiburan dan Jerat Judi
Bupati Deli Serdang: Bayar PBB Syarat Perbaikan Jalan
Berita Terbaru
Kebakaran Hebat di Belawan, Puluhan Perkapalan Nelayan Terbakar
Warga Pati Bertahan di Rumah Terendam Banjir Sebulan
Pemuda 21 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Kalimas Surabaya
Suroboyo Bus Keluarkan Asap Hitam, Penumpang Berhamburan
Kolaborasi Chef Korea dan Indonesia Hadirkan Afternoon Tea Unik
Haiti Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Anggota DPR: Kritik MBG Jangan Berubah Jadi Ujaran Kebencian
