Kebakaran PPJT RSUD Soetomo: Kerusakan Peralatan Medis di Surabaya

Dedi S. · 2 min baca · 18 hari lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Kebakaran PPJT RSUD Soetomo: Kerusakan Peralatan Medis di Surabaya

Gambar atau konten salah?

Kebakaran terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya pada 15 Mei 2026 pagi. Pihak pemerintah provinsi Jawa Timur masih mengidentifikasi kerusakan akibat kebakaran tersebut.

Seorang Sekretaris Daerah Provinsi, Adhy Karyono, mengungkapkan bahwa pemerintah masih dalam proses pendataan peralatan yang rusak. Ia menyatakan, "Tadi sudah ditinjau dan rapat dengan pihak RSUD dr Soetomo, masih tahap mengidentikasi peralatan dan ruangan yang rusak di gedung yang terbakar, nanti akan dilaporkan," kata Adhy. Ia menambahkan, "Nanti akan dikabari, apakah akan menggunakan anggaran dari RSUD Soetomo atau tambahan dari APBD Pemprov Jatim," tambahnya. Setelah kerugian dihitung, pihaknya akan menyiapkan opsi perbaikan atau penggantian barang melalui anggaran RSUD Soetomo atau APBD.

Menurut data resmi rumah sakit dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, kebakaran dimulai pada 06.20 WIB di lantai lima ruang farmasi. Lebih dari 40 pasien dievakuasi ke ruangan lain. Kabid Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya, M. Rokhim, menegaskan bahwa kebakaran berasal dari ruang farmasi dan menyebutkan dugaan penyebabnya. Ia berkata, "Diduga dari korsleting listrik kabel lemari es farmasi," kata Rokhim.

Data awal menunjukkan 39 pasien dievakuasi, namun rumah sakit kemudian memperbarui data menjadi lebih dari 40 pasien. Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa belum dapat menaksir kerugian secara pasti. Kebakaran di PPJT RSUD dr Soetomo menimbulkan kerusakan pada peralatan medis penting, termasuk peralatan di ruang farmasi.

Rumah sakit rujukan pusat di wilayah Indonesia Timur ini telah melakukan evakuasi cepat dan koordinasi dengan tim medis serta petugas pemadam kebakaran. Pihak rumah sakit berjanji akan melaporkan secara transparan mengenai kerusakan dan rencana perbaikan. Sementara itu, pemerintah provinsi menunggu hasil pendataan untuk menentukan alokasi dana, baik dari anggaran rumah sakit maupun APBD.

Kejadian ini menyoroti pentingnya sistem keamanan listrik di rumah sakit, khususnya di area farmasi. Pemerintah dan rumah sakit berkomitmen untuk memperbaiki sistem dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Pihak berwenang juga akan meninjau prosedur keamanan dan perawatan peralatan medis guna meningkatkan keselamatan pasien dan staf.

KebakaranGedung PPJTRuang farmasiKorsleting listrikEvakuasi pasienAnggaran APBDPeralatan medis

Komentar

Memuat komentar...