Kecelakaan Bekasi Timur: Taksi Hijau Berlatih Satu Hari
Gambar atau konten salah?
Di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, terjadi kecelakaan tragis yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL. Sebuah taksi hijau terlibat, menimbulkan kerusakan parah pada kendaraan tersebut.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, sopir taksi hijau tersebut hanya menjalani pelatihan selama satu hari. Ia menyatakan, “pengemudi taksi hijau tersebut hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari.” Pelatihan itu mencakup pengenalan dasar kendaraan, seperti cara menyalakan dan mematikan mobil serta penggunaan fitur sederhana.
Hermanto menambahkan, “Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain‑lain.”
Insiden terjadi pada Selasa, 28 April 2026. Sopir taksi hijau tersebut mulai bekerja pada 25 April 2026 dan mengalami kecelakaan hanya tiga hari setelah memulai tugasnya.
Polisi menegaskan bahwa status sopir saat ini masih sebagai saksi. Penyidik masih mendalami berbagai keterangan serta alat bukti sebelum menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut. Hermanto mengungkapkan, “Jadi status yang bersangkutan dalam saat ini prosesnya masih sebagai saksi.”
Selain memeriksa sopir, polisi juga menelusuri sistem perekrutan dan standar operasional perusahaan taksi online terkait. Tujuannya adalah mengetahui apakah terdapat kelalaian dalam proses seleksi maupun pelatihan pengemudi.
Penyidik juga menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mengkaji kemungkinan adanya faktor teknis, termasuk gangguan sistem kelistrikan atau sinyal di lokasi kejadian. Hermanto menyatakan, “Semua masih dalam proses pendalaman. Nanti akan kami sampaikan perkembangan lebih lanjut.”
Kejadian ini menyoroti pentingnya pelatihan yang memadai bagi sopir taksi hijau. Kecelakaan tersebut menandai perlunya evaluasi prosedur pelatihan dan seleksi di sektor transportasi publik. Penelitian lebih lanjut akan menentukan apakah pelatihan singkat memadai atau perlu diperbaiki untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
