Kediri Raih Peringkat ke-8 Toleran di Indonesia Penilaian

Mira T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Kediri Raih Peringkat ke-8 Toleran di Indonesia Penilaian

Gambar atau konten salah?

Kediri kembali menorehkan prestasi di panggung nasional, menempati satu dari sepuluh kota paling toleran di Indonesia menurut Setara Institute. Kota ini, yang berpenduduk sekitar tiga ratus ribu jiwa, berhasil bersaing dalam lima tahun berturut‑turut.

Acara Launching dan Penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 digelar di Jakarta pada 22 April 2026. Pada hari Rabu, Wali Kota Vinanda Prameswati turun langsung untuk menerima penghargaan bergengsi tersebut.

Di peringkat ke‑8, Kediri memperoleh skor 5,792, sama persis dengan posisi tahun sebelumnya. Konsistensi ini dianggap bukan sekadar kebetulan, melainkan cerminan fondasi toleransi yang kuat di tengah dinamika sosial yang terus bergerak.

“Terima kasih kepada Setara Institute, ini merupakan kebanggaan bagi kami bisa mempertahankan capaian ini,” ujar Vinanda pada 23 April 2026. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya soal trofi, melainkan momentum bagi seluruh kota di Indonesia untuk saling belajar soal toleransi.

“Dengan adanya Indeks Kota Toleran, kita bisa sama-sama menyadari bahwa Indonesia ini kaya, kaya budaya, kaya agama. Kita bisa belajar dari satu kota ke kota lain,” tegasnya.

Walaupun wilayahnya tidak luas, Kediri menyimpan kekayaan keberagaman yang luar biasa. Julukan Kota Santri tidak terlepas dari banyaknya pondok pesantren yang tersebar di seluruh penjuru kota.

Persepsi keharmonisan antar‑umat beragama di Kediri tidak hanya slogan. Setiap perayaan keagamaan, seluruh unsur lintas agama diklaim selalu hadir lengkap. “Alhamdulillah, setiap kegiatan keagamaan seluruh unsur agama selalu hadir lengkap. Hal ini menunjukkan kuatnya kebersamaan yang kami miliki,” ungkap Vinanda.

Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga menjadi sorotan. Lembaga ini disebut sebagai salah satu pilar utama penjaga toleransi di akar rumput. Vinanda menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga dan FKUB yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga keamanan dan kerukunan.

Namun ia tidak puas dengan angka peringkat ke‑8. “Ke depan, kami berharap dapat terus meningkatkan capaian ini, bahkan meraih peringkat pertama, tentunya melalui berbagai inovasi yang akan terus kami kembangkan,” pungkasnya.

Stabilitas peringkat Kota Kediri selama lima tahun berturut‑turut menunjukkan kesinambungan komitmen politik dan birokrasi dalam menjaga iklim keberagaman yang kondusif. Pencapaian ini tidak mudah di tengah kompleksitas sosial Indonesia.

Secara keseluruhan, Kediri menegaskan bahwa keberagaman dan toleransi bukan sekadar nilai, melainkan praktik yang terwujud dalam setiap kegiatan keagamaan dan kerja sama lintas agama. Dengan dukungan lembaga seperti FKUB dan pengakuan nasional, kota ini berkomitmen untuk terus memperkuat fondasi toleransi demi masa depan yang lebih inklusif.

KediriIndeks Kota ToleranSetara InstituteFKUBKota Santritoleransikeberagaman

Komentar

Memuat komentar...