Kekeringan di Jatim Meluas, 11 Kabupaten Siaga Darurat
Gambar atau konten salah?
Kekeringan mulai mengancam sejumlah daerah di Jawa Timur. Dua kabupaten terbaru yang menyatakan status siaga darurat adalah Malang dan Jember.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengumumkan hal ini pada Rabu, 08 Juli 2026. Ia didampingi oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Satriyo Nurseno.
"Saat ini ada 11 kabupaten yang sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Terbaru ada Malang dan Jember," kata Gatot.
Berdasarkan data BPBD Jawa Timur, kesebelas kabupaten tersebut adalah Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, dan Jember.
Satriyo menjelaskan, enam kabupaten sudah mulai mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak. Distribusi ini dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
"Yang telah melakukan dropping air bersih di antaranya Bondowoso, Probolinggo, Bojonegoro, Pasuruan, Bangkalan, dan Jember. Total sudah ada 594 ribu liter air yang telah didistribusikan," bebernya.
Satriyo juga menyebutkan, potensi kekeringan pada tahun 2026 ini diperkirakan melanda 29 kabupaten di seluruh Jawa Timur. Wilayah terdampak mencakup 916 desa.
"Kami siaga dengan menyiapkan logistik air bersih, tandon untuk dikirim ke kabupaten-kabupaten yang terdampak kekeringan," ungkapnya.
Dari data yang ada, ancaman kekeringan di Jawa Timur tidak hanya terjadi di beberapa titik, tetapi tersebar luas. BPBD Jawa Timur telah menyiapkan logistik dan melakukan distribusi air bersih ke daerah-daerah yang paling membutuhkan. Sebanyak 594 ribu liter air telah dikirim, dan masih banyak daerah lain yang menunggu bantuan serupa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
