Kekuatan Otot Tangan dan Berdiri Menunjuk Umur Panjang Wanita

Dian P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Kekuatan Otot Tangan dan Berdiri Menunjuk Umur Panjang Wanita

Gambar atau konten salah?

Studi terbaru yang dipublikasikan di JAMA Network Open mengungkap cara sederhana untuk memprediksi umur panjang, khususnya pada wanita. Penelitian ini melibatkan lebih dari 5.000 perempuan berusia antara 63 hingga 99 tahun.

Para peneliti mengukur dua indikator kekuatan otot: kekuatan genggaman tangan dan kecepatan berdiri dari posisi duduk tanpa menggunakan lengan. Kedua tes ini menilai seberapa kuat otot menopang tubuh.

Setelah memantau partisipan selama sekitar delapan tahun, peneliti mencatat siapa yang tetap hidup dalam periode tersebut. Data ini memberi gambaran tentang hubungan antara kekuatan otot dan risiko kematian.

Hasil utama menunjukkan bahwa wanita dengan kekuatan genggaman tangan lebih kuat dan kinerja berdiri dari kursi lebih baik memiliki risiko kematian lebih rendah dari penyebab apapun. Temuan ini menegaskan pentingnya otot dalam kesehatan jangka panjang.

Hubungan tersebut tetap konsisten bahkan setelah peneliti memperhitungkan faktor-faktor seperti usia, kondisi medis kronis, karakteristik sosial ekonomi, tingkat aktivitas fisik, dan perilaku sedentari. Jadi, kekuatan otot sendiri tampak menjadi prediktor penting umur panjang.

Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menilai kekuatan genggaman tangan sebagai indikator baik untuk kekuatan dan kinerja keseluruhan dalam kehidupan sehari‑hari.

Menurut Dr. Leana Wen, seorang dokter gawat darurat dan profesor klinis di Universitas George Washington, kekuatan otot mencerminkan kesehatan berbagai sistem dalam tubuh. “Kekuatan otot mencerminkan kesehatan berbagai sistem dalam tubuh. Ketika orang mempertahankan kekuatan seiring bertambahnya usia, hal itu sering menunjukkan bahwa otot, tulang, sistem saraf, dan metabolisme mereka berfungsi dengan baik bersama-sama,” jelas Wen.

Ia menambahkan, “Sistem-sistem ini mendukung mobilitas, keseimbangan, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari‑hari.”

Wen juga menyoroti bahwa pada orang dengan kekuatan lebih baik, mereka cenderung tidak mudah jatuh atau pulih lebih cepat jika terjatuh. “Kita dapat melihat bahwa pada orang dengan kekuatan yang lebih baik, mereka umumnya cenderung tidak mudah jatuh atau mungkin pulih lebih mudah jika terjatuh,” sorotnya.

Ia menegaskan bahwa mereka cenderung mempertahankan kemandirian lebih lama karena dapat melakukan tugas‑tugas rutin seperti menaiki tangga, berbelanja bahan makanan, dan membawa tas. “Mereka cenderung mempertahankan kemandirian lebih lama karena mereka dapat melakukan tugas‑tugas rutin seperti menaiki tangga, berbelanja bahan makanan, dan membawa tas,” katanya.

Wen juga menekankan manfaat metabolisme. Otot rangka memainkan peran utama dalam mengatur gula darah dan penggunaan energi. “Mempertahankan massa dan kekuatan otot telah dikaitkan dengan kontrol yang lebih baik terhadap kondisi seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular,” jelasnya.

Dengan semua faktor ini, peneliti dapat menjelaskan mengapa kekuatan otot tampak berkorelasi dengan kelangsungan hidup. Kekuatan otot tidak hanya melindungi dari cedera, tetapi juga mendukung mobilitas, keseimbangan, dan kesehatan metabolik.

Kesimpulannya, tes sederhana seperti kekuatan genggaman tangan dan kecepatan berdiri dapat menjadi alat prediksi umur panjang bagi wanita lanjut usia. Menjaga dan meningkatkan kekuatan otot menjadi strategi penting untuk hidup sehat dan bertahan hidup lebih lama.

kekuatan ototumur panjangkekuatan genggaman tangankecepatan berdiririsiko kematianmobilitaskesehatan metabolik

Komentar

Memuat komentar...