Kekurangan Protein Saat Makan di Luar: Pilih Lauk Protein
Gambar atau konten salah?
Sering kali, saat makan di luar, kita terjebak pada menu yang lebih banyak mengandalkan karbohidrat, seperti nasi. Porsi lauk yang kaya protein biasanya lebih kecil, sehingga asupan protein harian menjadi kurang terjamin.
Dr. Diana Suganda, seorang ahli gizi, menyoroti masalah ini lewat unggahan Instagram @dianasuganda pada 26 Maret 2024. Dalam postingan tersebut, ia mengungkap beberapa cara sederhana agar kebutuhan protein tetap terpenuhi meski makan di luar.
Prioritaskan sumber protein utama
Saat memilih menu, tanyakan pada diri sendiri, “Dari mana sumber protein ini berasal?” Banyak orang tak sadar memilih nasi dan gorengan yang rendah protein. Pilihan seperti ayam, ikan, telur, daging, tahu, atau tempe bisa menjadi fokus utama. Dengan menjadikan protein sebagai prioritas, komposisi makan menjadi lebih seimbang.
Gunakan teknik “double protein”
Cara praktis lainnya adalah menambah porsi lauk. Misalnya, memesan ekstra ayam, telur, atau daging, lalu mengurangi nasi. Langkah ini tidak memerlukan perubahan besar, namun cukup efektif meningkatkan asupan protein. Bahkan, berbagi nasi dengan teman atau keluarga dapat membantu mengurangi porsi berlebih.
Hindari protein yang “tersembunyi minyak”
Tidak semua menu berprotein otomatis lebih sehat. Ayam goreng tepung, makanan crispy, atau bersantan mengandung protein, tetapi tinggi lemak. Metode memasak seperti bakar, rebus, atau tumis bisa menjadi pilihan yang lebih seimbang. Dengan begitu, protein tetap didapat tanpa tambahan lemak berlebih.
Jangan lupakan protein nabati
Tahu dan tempe banyak tersedia di warteg atau restoran lokal. Meski sederhana, keduanya tetap membantu memenuhi kebutuhan protein harian. Selain mudah ditemukan, harganya juga relatif terjangkau. Ini menjadi alternatif jika pilihan lauk terbatas.
Tambahkan telur
Telur bisa menjadi solusi saat bingung memilih menu. Selain mudah ditemukan di banyak tempat makan, telur juga mengandung protein yang cukup padat. Menambahkan satu atau dua telur dapat membantu melengkapi kebutuhan protein dalam satu kali makan.
Perhatikan pilihan minuman
Minuman juga berpengaruh pada pola makan secara keseluruhan. Minuman manis dapat menambah kalori tanpa memberikan nutrisi yang berarti. Sebagai gantinya, air putih atau teh tanpa gula menjadi pilihan yang lebih tepat. Dengan begitu, asupan kalori tetap lebih terkontrol.
Video “BGN: 60 Persen Anak Tak Pernah Lihat Menu Makanan Bergizi Seimbang” dapat dilihat di platform video. (Gambas:Video 20detik) (raf/adr)
Secara keseluruhan, strategi sederhana ini menyoroti pentingnya memilih lauk berprotein, menyesuaikan porsi nasi, dan memperhatikan cara memasak serta minuman. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, orang yang sering makan di luar dapat tetap menjaga asupan protein yang memadai tanpa mengorbankan keseimbangan nutrisi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Berita Terbaru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
