Kelangkaan BBM di Laos, Thailand, Akibat Penutupan Selat Hormuz
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Kelangkaan bahan bakar melanda Laos.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengganggu pasokan minyak ke seluruh kawasan Asia Tenggara. Akibatnya, BBM menjadi langka di beberapa negara, termasuk Laos. Warga di Laos harus antre berjam‑jam di SPBU hanya untuk mendapatkan setengah tangki.
Di kota Luang Prabang, antrean panjang menambah ketidaknyamanan. “Situasinya benar-benar parah di Luang Prabang. Sekarang hanya menerima pembayaran tunai, jadi sementara selama saya menunggu selama lima jam sehari, saya harus meminta istri saya untuk membawa uang tunai dan makanan agar bisa membayar BBM,” kata seorang supir tur dari pusat pariwisata di Luang Prabang, Chantee Sipaseuth.
Untuk mengurangi konsumsi BBM yang sebagian besar diimpor dari Thailand, pemerintah Laos menerapkan sistem sekolah tiga hari dalam sepekan. Negara Gajah Putih sebelumnya berjanji akan terus memasok minyak ke Laos, namun pasokan tetap terhambat.
Thailand, di sisi lain, memastikan masih memiliki cadangan BBM untuk 100 hari ke depan. Angka tersebut dianggap cukup jika konflik antara AS-Israel vs Iran segera mereda. Pemerintah Thailand menghabiskan puluhan juta dolar per hari untuk subsidi harga BBM dan pupuk, dua komoditas yang sebagian besar dikirim melalui Selat Hormuz. Menteri Anutin Charnvirakul mengingatkan keras kepada para penimbun bahwa mereka akan disanksi berat jika terlibat penimbunan.
Beberapa SPBU di Thailand juga mengalami kelangkaan pasokan. Beberapa gerai terpaksa tutup, dan nelayan terpaksa menambatkan perahu di dermaga karena tidak mampu membeli solar. Seorang sopir taksi online di Bangkok mengungkap situasinya: “Saya harus merencanakan jauh‑jauh hari agar bisa mengisi bahan bakar lebih awal sebelum antrean panjang dan saya terpaksa menolak banyak pesanan karena tidak sepadan untuk pergi jauh dengan ketidakpastian soal bahan bakar,” urai Sakol Insangnoen.
“Beberapa pengemudi memilih berhenti karena Grab masih mengambil potongan dari penghasilan kami meskipun biaya operasional kami makin tinggi,” tutur Sakol.
Kelangkaan BBM ini menimbulkan dampak luas, dari pariwisata hingga transportasi publik. Warga Laos dan Thailand kini harus menyesuaikan jadwal harian, mengatur pengeluaran, dan mencari cara agar tetap dapat bergerak. Situasi ini menyoroti betapa pentingnya rantai pasokan energi global dan bagaimana keputusan geopolitik dapat langsung memengaruhi kehidupan sehari‑harian masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Hilux Generasi 9: Mesin Diesel 204 PS, Fitur Level 2
Mitsubishi Siapkan 13 Model Baru, Mulai Mini Pajero 2026
Jetour T1 SUV Turbo Dihargai Rp 388 Juta untuk 500 Pembeli
Wuling Eksion Tumbuh Pesat, 1.000 Unit Sudah Diserahkan
Malaysia, Vietnam Produksi Mobil Listrik; Tertinggal
Truk Hijau Putar Balik di Tol Semarang‑Solo, Polisi Tindak
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
