Kemacetan Parah di Jalan Gasing, Warga Panggil LRT.
Gambar atau konten salah?
Jalan Gasing di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi pusat kemacetan panjang yang meluas hingga simpang empat Bandara SMB II Palembang. Penyebab utama adalah perbaikan jalan nasional yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan.
Warga diminta memanfaatkan LRT menuju Bandara SMB II Palembang agar terhindar dari macet. Perubahan ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di jalan utama.
Kerusuhan lalu lintas sudah terjadi sejak Jumat (10 April 2026) dan masih berlanjut hingga Sabtu (11 April 2026). Antrean kendaraan mengular cukup panjang, bahkan sampai ke simpang empat lampu merah di Bandara.
Situasi ini membuat arus lalu lintas tersendat, sehingga kendaraan hanya dapat bergerak perlahan. Banyak pengendara yang merasa frustrasi karena tidak bisa melewati jalan dengan cepat.
Beberapa masyarakat mengeluhkan kemacetan, terutama mereka yang hendak menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Mereka khawatir akan terlambat mengejar jadwal penerbangan karena terjebak macet.
“Hampir terlambat akibat macet itu, beruntung kami ke bandara satu jam sebelum jadi tidak ketinggalan pesawat,” kata Hadi, warga Palembang, Sabtu (11 April 2026).
Juliansyah, Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Kabid Dalops) Dinas Perhubungan Kota Palembang, menjelaskan bahwa kemacetan sulit dihindari karena adanya penyempitan jalan akibat proyek perbaikan.
“Memang saat ini ada perbaikan jalan di kawasan Gasing, sehingga terjadi penyempitan badan jalan. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa volume kendaraan yang tinggi turut memperparah kondisi lalu lintas di lokasi tersebut. Meski petugas telah dikerahkan, kepadatan tetap tidak bisa dihindari.
“Petugas Dishub Kota Palembang sudah standby di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas, tapi karena kendaraan padat dan ada penyempitan jalan, kemacetan tetap terjadi,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi keterlambatan, Juliansyah mengimbau masyarakat, khususnya yang ingin ke bandara, sebaiknya menggunakan LRT agar tidak terjebak macet sampai perbaikan jalan selesai.
Pihaknya juga meminta masyarakat bersabar dan menyesuaikan waktu perjalanan selama proses perbaikan jalan berlangsung. Diharapkan, setelah proyek selesai, arus lalu lintas dapat kembali normal dan lebih lancar.
Situasi ini menyoroti pentingnya perencanaan transportasi yang adaptif, terutama di daerah yang sering menjadi titik macet. Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan rencana perjalanan dan memanfaatkan moda transportasi alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas di Jalan Gasing.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Berita Terbaru
Sekolah Jember Siapkan Lapangan Sepak Bola Internasional
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 Hoaks, Cek Sumber Resmi
Kementerian Lingkungan Target Turunkan Emisi CO2 15% 2025
Korea Selatan & Panama Menang Uji Coba Piala Dunia 2026
Furtasan Usulkan PTN Seleksi Mahasiswa Hanya Dua Jalur
DPR Setujui RUU P2SK, OJK Diperluas Tugas Pengawasan
