Kemacetan Parah di Jalan Sukabumi Waktu Mudik Lebaran
Gambar atau konten salah?
Di tengah libur Lebaran, jalan Sukabumi mengalami kemacetan parah. Perjalanan dari Cikembang, Kecamatan Cikembar, ke Simpang Ratu, Kecamatan Cibadak, yang biasanya memakan waktu 30 menit, kini memakan waktu 3,5 jam. Kendaraan menumpuk, dominasi mobil pribadi dan sepeda motor. Arus lalu lintas tersendat, bahkan di beberapa titik terlihat hampir tidak bergerak.
Febri, warga Rancamaya, Bogor, terjebak dalam kemacetan saat hendak kembali dari Sukabumi. Ia berangkat pada sore hari, namun perjalanannya memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan normal. Ia mengungkapkan, “Mau ke Bogor. Kita dari Cikembang Sukabumi.”
Febri menceritakan perjalanan yang dimulai pada pukul 16.00 WIB baru menyentuh Simpang Ratu saat waktu menunjukkan pukul 19.00 WIB. Ia berkata, “Tadi sih kita dari Sukabumi jam 4, sekarang udah jam 7, jadi 3 jam setengah-an.”
Ia menjelaskan bahwa ia baru saja melakukan mudik ke rumah orang tuanya. Namun ia menilai kondisi lalu lintas tahun ini jauh lebih padat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia berkata, “Mudik tahun ini sih agak lebih crowded ya, capek di jalan. Kalau tahun kemarin kan kayak arus balik. Kalau ini kan belum arus balik, masih banyak yang mudik.”
Febri sempat berharap bisa menghindari kepadatan dengan berangkat lebih awal sebelum puncak arus balik tiba. Namun kenyataannya, kemacetan justru terjadi lebih cepat dari prediksi. Ia mengaku, “Sekarang saya ngejar sebelum arus balik, ternyata udah macet kayak gini. Di luar prediksi.”
Pantauan di lokasi hingga pukul 20.06 WIB, petugas kepolisian masih bekerja di lapangan untuk mengurai kemacetan. Sesekali, kendaraan dari arah Palabuhanratu diberhentikan sementara guna memprioritaskan penarikan arus kendaraan dari arah Kota Sukabumi menuju Bogor.
Situasi ini menyoroti dampak arus mudik yang semakin padat, memaksa penumpang untuk menyesuaikan jadwal perjalanan. Kepolisian terus berupaya mengatur arus lalu lintas agar perjalanan mudik dapat berjalan lebih lancar di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
