Kemacetan Parungkuda Tol Bocimi: 6.825 Kendaraan Jumat 3 Apr
Gambar atau konten salah?
Di akhir pekan, volume kendaraan yang melewati Gerbang Tol (GT) Parungkuda, Tol Bocimi, mencapai puncak pada Jumat, 03 April 2024. Jumlahnya naik lima kali lipat dibandingkan hari biasa, menimbulkan kemacetan parah di ruas jalan nasional dari Parungkuda hingga Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Menurut data kepolisian, sampai pukul 13.00 WIB tercatat 6.825 kendaraan masuk ke wilayah Sukabumi melalui GT Parungkuda. Angka ini menembus rata‑rata 1.350 kendaraan pada hari normal. Lonjakan ini membuat jalur arteri di Sukabumi kewalahan, dengan antrean panjang yang bahkan mengular hingga Km 72 di dalam tol.
“Dari dalam tol itu tiga lajur, lalu menyempit jadi satu lajur saat keluar. Di situ terjadi bottleneck yang cukup parah,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi Iptu M Yanuar Fajar. Ia menambahkan bahwa penyempitan jalur dari tiga lajur menjadi satu lajur di jalan arteri menjadi faktor utama terjadinya antrean. Selain itu, hambatan di sepanjang jalur nasional turut memperburuk kondisi lalu lintas. Aktivitas masyarakat seperti pasar tumpah, rumah sakit, sekolah, hingga jam pulang karyawan pabrik di sepanjang Parungkuda‑Cibadak ikut memicu perlambatan arus kendaraan.
Untuk mengurai kepadatan, Satlantas Polres Sukabumi menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara manual, kemudian diterapkan rekayasa arus agar kendaraan tetap bisa bergerak meski perlahan. Polisi juga mengambil langkah diskresi dengan mengalihkan sebagian arus kendaraan. Sejak pukul 11.45 WIB, kendaraan dari arah Jakarta menuju Sukabumi sempat diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Cigombong guna mengurangi beban di Parungkuda.
Di sisi lain, pengendara yang memahami jalur alternatif mulai diarahkan untuk memecah kepadatan di jalur utama. Kepadatan diperkirakan masih akan terjadi hingga Sabtu, 04 April 2024. Polisi pun mengimbau pengguna jalan tetap sabar dan menjaga keselamatan selama perjalanan. “Patuhi rambu lalu lintas, jaga jarak aman, dan saling menghormati sesama pengguna jalan agar perjalanan tetap aman,” tutupnya.
Petugas Patroli Bocimi, Maulana Farjal, juga menambahkan bahwa peningkatan volume kendaraan mulai terjadi sejak pagi hari. “Iya betul, peningkatan volume kendaraan itu kurang lebih dimulai dari pukul 07.00 sampai 07.30 pagi. Berhubung sekarang weekend juga, Jumat‑Sabtu‑Minggu, maka volume kendaraan cukup tinggi. Antrean dari arah Jakarta menuju Sukabumi lumayan padat,” ujarnya. Ia menjelaskan upaya petugas dalam mengatur arus lalu lintas di lampu merah Parungkuda, termasuk yang masuk dan keluar tol supaya tetap kondusif. “Untuk tadi ekor sampai Kilometer 72, mudah‑mudahan makin siang makin terurai,” tambahnya.
Situasi ini menyoroti pentingnya koordinasi antara kepolisian dan pengendara dalam mengelola arus kendaraan selama periode libur panjang. Dengan penyesuaian jalur dan pengalihan arus, diharapkan kemacetan dapat berkurang, meski masih perlu kesabaran dari semua pihak yang menggunakan jalan di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Berita Terbaru
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
