Kemacetan Tol Bocimi Karangtengah, Polisi Tutup Jalur
Gambar atau konten salah?
Di Sukabumi, kemacetan parah terjadi di ruas Tol Bocimi Seksi 3, tepat di depan pintu keluar Karangtengah pada hari Minggu, 22 Maret 2026.
Jalur tersebut dioperasikan sebagai jalur fungsional untuk arus mudik Lebaran. Penyempitan lajur dari tiga lajur menjadi satu lajur diyakini menjadi penyebab antrean kendaraan mencapai satu jam.
Menurut informasi, kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus. Pada pukul 10.00 WIB, akses Exit Tol Parungkuda dan jalur fungsional Seksi 3 ditutup sementara. Pengendara dialihkan ke Gerbang Tol Cigombong.
Pada pukul 13.00 WIB, Exit Tol Parungkuda dan jalur fungsional Karangtengah dibuka kembali. Polisi menyatakan pengalihan bersifat situasional, disesuaikan dengan volume kendaraan pada H+1 Lebaran 2026.
Salah satu pemudik, Ismayanti (41), mengaku terjebak kemacetan di jalur fungsional Tol Bocimi. Ia berkata: "Sekitar satu jam-an tadi macetnya. Dari tol fungsional tiga lajur, pas di Karangtengah jadi satu lajur, jadi mobil numpuk di situ, itu yang bikin macet," kata Ismayanti kepada detikJabar, Minggu, 22 Maret 2026.
Menurutnya, perjalanan dari Bintaro, Jakarta Selatan ke Sukabumi relatif lancar selama berada di ruas tol utama. Kepadatan baru pecah ketika kendaraan mulai merayap mendekati akses keluar.
"Pas mau dekat keluar dari Nagrak ke Karangtengah jalannya kecil, biasanya suka perjalanan tengah malam cuma 2 jam dari Bintaro tapi iseng pengen nyoba jalan tol baru," ujarnya.
Untuk menghindari kemacetan yang semakin parah, Ismayanti memutuskan keluar tol lebih awal dengan panduan aplikasi navigasi. Ia memilih rute keluar sebelum mencapai Karangtengah, tepatnya ke arah Caringin.
"Kita berbekal Google Maps, keluar di Selaawi arah Caringin, daerah Cijengkol. Alhamdulillah aman, nggak kena macet di Cibadak bawah," tuturnya.
Ia menilai, jika tetap memaksakan keluar di Karangtengah, durasi terjebak macet dipastikan bakal lebih lama. "Kalau lewat Karangtengah pasti macet," ucapnya.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pengendara yang hendak melintasi Tol Bocimi, terutama pada periode arus padat. Pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi titik penyempitan lajur (bottleneck) dan mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan.
Kemacetan di Tol Bocimi disebabkan penyempitan lajur pada titik keluar Karangtengah, memaksa polisi mengalihkan arus dan menutup jalur fungsional. Pengendara disarankan memilih rute alternatif, seperti keluar di Caringin, untuk menghindari macet.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
