Kemenhaj Luncurkan Sistem Digital Real-Time untuk Haji 2026

Dewi M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Kemenhaj Luncurkan Sistem Digital Real-Time untuk Haji 2026

Gambar atau konten salah?

Kemenhaj mulai memperkuat transformasi digital dalam operasional haji 2026. Sistem baru ini berbasis data real time, memudahkan penanganan keluhan dan kebutuhan jemaah Indonesia di Arab Saudi.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa digitalisasi layanan adalah bagian dari upaya pemerintah untuk membuat pelayanan haji lebih cepat dan responsif menjelang puncak ibadah. “Transformasi digital ini tentu menjadi bagian dari ikhtiar Kemenhaj untuk bisa memastikan bahwa pelayanan dan pelindungan kepada jemaah berjalan semakin cepat, terukur, dan lebih responsif,” ujarnya pada konferensi pers operasional haji di Makkah 12 Mei 2026.

Salah satu sistem yang diperkuat adalah Aplikasi Kawal Haji. Aplikasi ini menjadi kanal resmi pelaporan digital bagi jemaah dan petugas selama berada di Tanah Suci. Melalui platform tersebut, laporan terkait layanan dapat langsung diteruskan dan dipantau secara cepat oleh petugas sesuai kewenangannya di lapangan.

Selain Kawal Haji, pemerintah juga mengoptimalkan Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali layanan haji Indonesia. Pusat kendali ini memantau pergerakan jemaah, data kloter, layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga laporan lapangan yang memerlukan penanganan segera. “Dengan sistem ini nanti pengawasan tidak hanya dilakukan secara manual tetapi juga berbasis data dan juga tentunya berbasis informasi yang terintegrasi dan real time,” kata Maria.

Menurut Maria, transformasi digital bukan sekadar penggunaan aplikasi, melainkan bagian dari perubahan pola kerja layanan haji agar lebih transparan dan akuntabel. “Kami ingin memastikan bahwa setiap laporan jemaah didengar, setiap dinamika di lapangan terpantau dan setiap petugas memiliki dukungan informasi yang memadai dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah,” tambahnya.

Oleh karena itu, jemaah diminta tidak ragu menggunakan kanal resmi apabila mengalami kendala terkait akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, maupun layanan pendampingan lainnya. Selain melalui aplikasi Kawal Haji, laporan juga dapat disampaikan langsung kepada petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu, maupun petugas sektor.

Hingga hari ke-22 operasional haji 2026, pemerintah mencatat sebanyak 359 kloter dengan total 138.879 jemaah dan 1.433 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 273 kloter dengan 105.360 jemaah dan 1.092 petugas sudah berada di Makkah. Adapun kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, terus berlangsung dengan total 84 kloter atau 32.009 jemaah.

Penggunaan sistem digital ini menandai langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan haji. Dengan data real time, pengawasan menjadi lebih cepat dan terukur, membantu jemaah merasakan pelayanan yang lebih responsif di Tanah Suci.

Transformasi digitalKemenhajAplikasi Kawal HajiCommand Center Haji 2026real timejemaah Indonesiapelayanan hajipengawasan data

Komentar

Memuat komentar...