Kemenkes Dorong WFH Satu Hari Mingguan, Gaya Hidup Sehat
Gambar atau konten salah?
Di tengah krisis bahan bakar akibat konflik di Iran, AS, dan Israel, pemerintah Indonesia mulai menerapkan kebijakan work from home satu hari dalam seminggu untuk menghemat energi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melihat situasi ini sebagai peluang untuk mendorong gaya hidup lebih sehat dan ramah lingkungan.
Menjelang 02 April 2026, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman berbicara tentang perubahan kebiasaan transportasi. Ia mengatakan, "Mungkin ini bisa menjadi momentum bagi kita semua untuk menyalurkan ke arah perilaku hidup sehat," sambil menekankan pentingnya menggunakan transportasi umum.
Menurut Aji, transportasi umum tidak hanya mengurangi kemacetan dan polusi, tetapi juga membuat kita lebih banyak bergerak. Ia menambahkan, "Penggunaan transportasi umum selain mengurangi kemacetan dan polusi, juga membuat kita lebih banyak bergerak. Berjalan kaki, naik tangga, bisa dengan target juga minimal 7.500 langkah per hari," menekankan bahwa target tersebut dapat dicapai dengan berjalan kaki atau naik tangga.
Ia juga menyoroti kebiasaan bersepeda. “Yang terbiasa bike to work bisa juga ajak komunitasnya lebih menggiatkan lagi kebiasaan baik ke kantor dengan bersepeda,” ujarnya. Hal ini diharapkan dapat memperkuat jaringan komunitas yang peduli lingkungan.
Untuk menghemat energi di lingkungan kerja, Aji menyarankan penggunaan tangga daripada lift pada jarak dekat. Ia berkata, "Di kantor juga jika hanya 2-3 lantai bisa gunakan tangga saja ketimbang pakai lift," menegaskan bahwa langkah sederhana ini dapat meningkatkan aktivitas fisik.
Menjelaskan manfaat jangka panjang, Aji menegaskan, "Jadi bukan hanya terhindar dari penyakit kronis, tapi untuk jangka panjang juga bisa lebih sehat dengan lebih rajin aktivitas fisik dan udara yang kurang polusinya," menambahkan bahwa kombinasi penghematan energi dan aktivitas fisik membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
Dengan demikian, krisis BBM tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang bagi masyarakat untuk bertransformasi menuju gaya hidup yang lebih sehat, hemat energi, dan berkelanjutan. Perubahan kecil seperti bersepeda, berjalan kaki, dan menggunakan tangga dapat menambah langkah positif bagi kesehatan dan lingkungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
