Kemenkes Peringatkan Warga Kembali dari Kongo dan Uganda

Agus P. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Kemenkes Peringatkan Warga Kembali dari Kongo dan Uganda

Gambar atau konten salah?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan orang yang baru saja kembali dari negara yang terdampak Ebola, seperti Republik Demokratik Kongo dan Uganda, untuk tetap waspada terhadap gejala penyakit ini.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, warga yang mengalami demam atau perdarahan setelah melakukan perjalanan dari wilayah terdampak diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Ia berkata, “Kami mengimbau masyarakat yang baru kembali dari negara terjangkit untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala Ebola seperti demam atau perdarahan hingga 21 hari setelah kepulangan,” ujarnya pada 17 Mei 2026.

Pemerintah terus memantau perkembangan kasus Ebola di tingkat global dan memperkuat kesiapsiagaan nasional. Salah satu langkah yang diambil adalah memperketat pengawasan pelaku perjalanan internasional di pintu masuk negara. Pemeriksaan dilakukan melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan pemanfaatan aplikasi All Indonesia.

Selain itu, Kemenkes menyiapkan 198 rumah sakit rujukan dalam jejaring layanan pengampuan Penyakit Infeksi Emerging (PIE). Kapasitas surveilans juga ditingkatkan di 21 rumah sakit sentinel yang tersebar di 20 provinsi, serta peningkatan kapasitas laboratorium kesehatan masyarakat.

Di tingkat masyarakat, Kemenkes mengimbau tetap menjalankan protokol kesehatan. Rajin mencuci tangan, memakai masker saat sakit atau berada di tempat umum, dan menghindari kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi menjadi hal penting. Masyarakat juga disarankan hanya mengonsumsi daging yang dimasak matang dan menghindari hewan liar untuk menekan risiko penularan penyakit infeksi.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kemenkes berupaya mencegah potensi masuknya Ebola ke Indonesia dan menjaga kesehatan publik.

EbolaKementerian KesehatanPengawasan perjalanan internasionalThermal scannerRumah sakit rujukanLaboratorium kesehatanProtokol kesehatan

Komentar

Memuat komentar...