Kepadatan Lalu Lintas Berkembang di GT Parungkuda Pasca Lebaran
Gambar atau konten salah?
Hari Lebaran Idulfitri 2026 menandai lonjakan lalu lintas di wilayah Sukabumi. Ribuan kendaraan menumpuk di jalur menuju kota dan sekitarnya, menandai arus yang tidak biasa setelah hari raya.
Di titik GT Parungkuda Tol Bocimi, kepadatan mulai terasa sejak pukul 18.00 WIB. Pada pukul 22.00 WIB, pengamatan menunjukkan jalur arteri penuh, terutama kendaraan berpelat nomor Jakarta dan Bogor. Petugas lalu lintas aktif menjaga dan mengatur arus di sana.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian menegaskan bahwa volume kendaraan meningkat drastis, mencapai belasan ribu unit dalam satu hari. Kendaraan yang masuk mayoritas berasal dari Exit Tol Parungkuda dan Seksi 3 via Karangtengah, yang dibuka secara terbatas.
Menurut Samian, kendaraan yang masuk melalui Tol Bocimi tercatat 3.871 unit. Sementara itu, kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol (GT) Parungkuda sudah menembus angka 7.300 unit pada sore hari. Ia memperkirakan, hingga penutupan pukul 24.00 WIB, jumlah kendaraan bisa mencapai 15 ribuan.
Lonjakan tersebut menimbulkan kepadatan di beberapa titik, khususnya di kawasan Exit Tol Parungkuda menuju jalur arteri. Untuk mengurai kemacetan, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas.
Polisi menerapkan one way sepenggal dari Simpang Ratu ke Exit Tol Parungkuda. Tujuannya memperlancar arus menuju Cibadak. Rekayasa ini dianggap cukup efektif mengurangi kepadatan, terutama dari arah Cibadak menuju Parungkuda dan sebaliknya.
Namun, kepadatan tetap terjadi karena penyempitan jalan di jalur arteri. Dari tiga lajur, kendaraan harus menyatu menjadi satu lajur di jembatan yang masih dalam proses pembangunan. Samian menjelaskan, “Terjadi bottleneck setelah keluar exit tol. Kapasitas jalan tidak sebanding dengan volume kendaraan.”
Ia menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan untuk menjaga arus tetap bergerak meski padat. “Rekayasa ini untuk memperingan kepadatan, sehingga kendaraan masih bisa berjalan,” tambahnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari kemacetan panjang. Skema rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Dengan volume kendaraan yang tinggi, pengaturan lalu lintas menjadi kunci agar arus tetap mengalir. Masyarakat disarankan mempersiapkan perjalanan lebih awal dan mengikuti petunjuk petugas untuk meminimalisir kemacetan di hari Lebaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
TPA Sarimukti Hampir Penuh, Bandung Tunggulah Status Darurat
Trans7 Mengajar Cipasung: Pelatihan Konten Digital Mahasiswa
DPRD Bogor Ubah Peraturan Daerah ke Braille Hari Jadi ke-544
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
Ayi Solehudin Ditemukan di Gunung Salak setelah 2,5 Tahun
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Berita Terbaru
Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3-15 Juni: Lulusan PPG
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Pemerintah Perkenalkan Kebijakan Energi Terbarukan 2025
Amalia & Fadia Raih Kemenangan Ganda Putri, Melaju ke P4
Jembatan Selemadeg: Lubang Besar, Perbaikan Masih Menunggu
Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk, Populasi Menurun 123 Juta
Ariston Luncurkan Pemanas Air Andris 3, Kamar Mandi Smart
