Keracunan 200 Siswa, Menu MBG Diduga Berbahaya di Surabaya

Eko P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Keracunan 200 Siswa, Menu MBG Diduga Berbahaya di Surabaya

Gambar atau konten salah?

11 Mei 2026200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Kota Surabaya segera menelusuri kejadian, termasuk meninjau dapur SPPG Bubutan Tembok Dukuh yang menjadi penyedia makanan.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji yang akrab disapa Cak Ji, turun langsung ke dapur tersebut. Dari hasil peninjauan awal, ia menyatakan kondisi dapur bersih dan memenuhi standar. “Ya kita koordinasi, jadi kalau kita melihat dari seluruh kondisi persyaratan. Jadi kita lihat tadi itu bersih semua ya. Jadi baik itu kitchen nya, baik itu penyimpanan makanan, baik itu pencucian omprengnya,” kata Cak Ji kepada wartawan.

Meski dapur dinilai bersih, Cak Ji menegaskan bahwa sumber masalah kemungkinan berasal dari salah satu menu, yakni olahan daging. “Yang menjadi kendala adalah dari dagingnya,” ujarnya.

Pemerintah Surabaya masih menunggu hasil uji laboratorium dari tim kesehatan untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Ia menegaskan belum dapat menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab sebelum hasil resmi keluar. “Kita tidak bisa menjustifikasi si A salah, si B enggak,” ujarnya. Ia menekankan kembali bahwa semua fasilitas pengolahan makanan, mulai dari tempat pemasakan, penyimpanan, hingga pencucian ompreng, sudah memenuhi standar.

Sejak kejadian, ratusan siswa telah dilarikan ke fasilitas kesehatan. Sebagian besar dievakuasi ke RS Ibu dan Anak IBI Jalan Dupak, Surabaya, sementara yang lain ditangani di Puskesmas Tembok Dukuh.

Dr. g Tyas Pranadani, kepala Puskesmas Tembok Dukuh, mengonfirmasi adanya keracunan massal MBG. Ia menyatakan bahwa masih dilakukan pendataan. “Ada beberapa sekolah yang dari satu SPPG itu memang semua yang dikirimi makanan ini banyak yang mengeluh. Hampir semuanya mengeluh. Jadi total itu bisa ada sekolah itu sekitar 12 sekolah lah, yang di dapur yang sama,” kata Dr. g Tyas kepada wartawan di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya.

Menurut data terkini, total sekitar 200 siswa dari 12 sekolah mengalami keracunan. “Sejauh ini yang kita dapatkan datanya itu hampir 200 siswa, tapi yang. Hampir semua sudah kami tangani. Itu ada SD, ada TK, ada SMP. Jadi random,” ujarnya.

Kasus ini menunjukkan bahwa meskipun fasilitas pengolahan makanan memenuhi standar, faktor lain seperti kualitas bahan baku masih dapat memicu keracunan massal. Pemerintah menunggu hasil laboratorium untuk menentukan langkah selanjutnya dan memastikan keamanan menu MBG di masa mendatang.

Keracunan MassalMakan Bergizi GratisSurabayaDapur SPPGDagingLaboratoriumPuskesmas Tembok Dukuh

Komentar

Memuat komentar...