Keracunan Makan Bergizi Gratis: 155 Murid Terkena Anambas

Fandi R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Keracunan Makan Bergizi Gratis: 155 Murid Terkena Anambas

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, 155 murid dari tingkat PAUD hingga SMP melaporkan gejala keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 16 April 2026. Tidak hanya anak-anak, beberapa orang tua juga mengalami keracunan karena ikut memakan menu MBG yang dibawa pulang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menyatakan bahwa kejadian ini terjadi pada Rabu. Ia menegaskan bahwa murid yang terkena masih dalam penanganan intensif.

Di RSUD Palmatak, 114 pasien dirawat sejak kemarin. Dari jumlah tersebut, 110 orang sudah diperbolehkan pulang, sementara 4 orang masih dirawat. “Sebanyak empat orang siswa masih dalam perawatan medis,” ujarnya.

Di Puskesmas Siantan Tengah, total pasien mencapai 41 orang. 26 orang telah dipulangkan, sedangkan 15 orang masih menjalani perawatan. “Untuk yang di puskesmas masih belasan orang yang dirawat, untuk sebagian besar telah kembali ke rumahnya,” tambah Feri.

Para siswa yang terdampak berasal dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP. Makanan MBG yang dikonsumsi berasal dari satu SPPG, namun tidak berasal dari satu sekolah saja. “Bukan dari satu sekolah saja, tapi dari beberapa sekolah berbeda. Makanannya dari satu SPPG,” jelasnya.

Beberapa orang tua juga dilaporkan mengalami gejala keracunan karena mereka turut memakan jatah anak atau cucunya yang dibawa pulang. “Ada juga orang tua yang ikut keracunan karena makan jatah anak atau cucunya yang dibawa pulang,” ujarnya.

Feri menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan jenis makanan yang menjadi sumber keracunan. Pemeriksaan awal menggunakan sanitari kit, namun sampel makanan akan dikirim ke laboratorium untuk diuji secara lebih mendalam. “Sampel akan dikirim ke Batam untuk diperiksa di BPOM atau Labkesmas guna memastikan penyebab pastinya,” ujarnya.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan mutu makanan di program bantuan sosial. Meskipun masih dalam proses investigasi, langkah-langkah medis dan administratif telah diambil untuk menanganinya. Penanganan intensif di rumah sakit dan puskesmas menunjukkan respons cepat dari dinas kesehatan setempat. Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak terkait tentang risiko keracunan makanan, terutama dalam program distribusi makanan gratis.

Keracunan Makanan MBGAnambasRSUD PalmatakPuskesmas Siantan TengahSPPGBPOMDistribusi Makanan Gratis

Komentar

Memuat komentar...