Keracunan Makanan di Tasikmalaya: 114 Siswa Terganggu
Gambar atau konten salah?
Di Tasikmalaya, dugaan keracunan makanan setelah makan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali muncul. Gelombang keluhan mulai muncul hampir bersamaan di SMAN 1 Cisayong, Tasikmalaya.
Para siswa melaporkan perut mual, muntah, dan sering bolak‑bolak ke kamar mandi. Sekolah segera mencatat ratusan siswa yang tiba-tiba jatuh. Kepanikan menyebar ketika satu per satu siswa mulai merasakan gejala sejak malam hari, setelah makan pada hari Rabu. Dalam hitungan jam, jumlah korban naik menjadi 114 orang.
“Terdeteksi 114 orang, 14 dirawat. Ini makannya kemarin Rabu, bukan hari ini Kamis, tapi mulai terasa malamnya,” kata Arif, guru di SMAN 1 Cisayong.
Di Puskesmas Cisayong, suasana tetap tegang. Banyak siswa datang dengan kondisi lemas. Tenaga medis bekerja cepat memastikan kondisi tidak memburuk. Dari belasan siswa yang dirawat, satu di antaranya harus dirujuk ke RSUD KHZ Musthafa.
“Jadi dirawat di Puskesmas beberapa dan sisanya ada yang balik lima orang,” ungkap Arif.
Di tengah situasi, pemerintah setempat turun tangan. Camat Cisayong, Ayi Mulyana, memastikan setiap korban mendapat penanganan medis yang layak. Siswa yang hanya mengalami gejala ringan diizinkan pulang, namun tetap dalam pengawasan.
“Sudah ditangani oleh petugas medis. Penyebab dan lain‑nya masih dalam penyelidikan,” kata Ayi.
Dugaan sementara mengarah pada menu sayur sup yang dikonsumsi para siswa. Sampel makanan telah diamankan dan dikirim ke laboratorium di Bandung, sementara keterangan korban dan saksi terus dikumpulkan.
Ruby Azhari, dari Satgas MBG, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. “Langkah cepat diambil, penyelidikan dilakukan, dan seluruh proses diawasi ketat.”
“Dugaan keracunan makanan penerima manfaat yang mengkonsumsi menu MBG. Penyebab masih diselidiki karena baru kita ambil sampel dan dikirim ke lab di Bandung,” ujarnya.
Sebagai respons, Badan Gizi Nasional menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait langsung. Keputusan ini menunjukkan betapa seriusnya insiden ini.
“Kami memastikan korban ditangani dengan baik, melaporkan ke BGN dan SPPG tersebut per hari ini diberhentikan operasional sementara oleh BGN,” tutur Ruby. “Sangat menyayangkan terjadi kejadian ini dan menghimbau SPPG di wilayah Kabupaten Tasik agar semakin serius dan berhati‑hati, jangan ada lagi masyarakat yang menjadi korban.”
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap program makanan gratis di sekolah. Selama penyelidikan berlangsung, semua pihak bekerja sama memastikan tidak ada korban lagi dan meninjau prosedur keamanan makanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
