Keracunan Santri Pesantren Putri Cilacap, 29 Terkena MBG
Gambar atau konten salah?
Puluhan santri di pondok pesantren putri Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, mulai merasakan gejala keracunan. Mereka sempat mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum kejadian. Kondisi ini memaksa pihak Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Cilacap untuk segera menindaklanjuti.
Di 29 April 2026, Kepala Dinas Kesehatan, Hasanuddin, menerima laporan tentang keluhan santri. Ia menyatakan, “Jadi kami dapat informasi dari pesantren putri itu mulai kemarin siang. Mengeluh sakit perut, mual, muntah, ada yang diare. Kami dari Dinkes dan Puskesmas langsung ke sana, termasuk dari balai karantina kesehatan, melakukan pengecekan dan mengambil sampel makanan.”
Segera setelah itu, 29 santri dilarikan ke rumah sakit. Dari mereka, 8 anak dapat pulang dan dirawat jalan, sementara 21 lainnya masuk rawat inap. Hasanuddin menambahkan, “Anak-anak yang ada keluhan kemudian dikirim ke RSUD, ada 29 anak. Dari jumlah itu, 8 anak boleh pulang dan rawat jalan. Sedangkan 21 lainnya dirawat inap. Mereka sudah mulai merasakan keluhan itu sejak 28 April 2026 malam.”
Pada 30 April 2026, situasi masih berlanjut. Hasanuddin melaporkan, “Kemudian pagi ini ada santri yang masih mengeluh sakit di pesantren, ada 12 anak. Setelah dilakukan pemeriksaan, 11 boleh pulang dan 1 dirawat inap.”
Ketika ditanya penyebab, Hasanuddin menjelaskan bahwa santri sebelumnya memang sempat mengonsumsi menu MBG. Namun, ia menambahkan, “Anak-anak itu dapat MBG, tapi mereka juga konsumsi yang lain selain MBG, karena kan anak pesantren.”
Untuk menyelidiki, Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi, termasuk paket nasi dan lauk dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibagikan pada 28 April 2026 siang, serta sampel air dari lingkungan pondok pesantren. Hasanuddin berkata, “Sampel makanannya yang dibawa itu paket nasi dan lauk pauk dari SPPG yang diberikan pada Selasa siang, dan juga sampel air dari pondok. Tidak menutup kemungkinan dari situ.”
Ia juga menegaskan standar keamanan pada MBG mengharuskan adanya sampel yang disimpan, sehingga bisa ditelusuri jika terjadi kejadian serupa. “Kalau yang dari MBG, standarnya masih ada yang disimpan. Kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa diambil sampelnya. Menu yang MBG itu kan dikirim ke tempat lain juga, tapi tidak ada laporan keracunan,” ujarnya.
Keadaan santri di RSUD Cilacap menunjukkan perbaikan. Hasanuddin menyatakan, “Yang 21 dirawat, pagi tadi perkembangannya baik. Semuanya di RSUD Cilacap.”
Dengan langkah cepat, pihak kesehatan menanggapi keracunan ini. Sampel makanan dan air yang diambil akan dianalisis untuk menentukan sumber keracunan. Kejadian ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap program MBG dan makanan di lingkungan pesantren, agar risiko serupa dapat dihindari di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
