Kerangka Paus Ditemukan di Samudra Antartika, Bukti Laut

Dani L. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Kerangka Paus Ditemukan di Samudra Antartika, Bukti Laut

Gambar atau konten salah?

Di tahun 01 Januari 2010, sekelompok peneliti menemukan sesuatu yang tak terduga di kedalaman samudra Antartika. Saat menyelam di kegelapan abadi, mereka menemukan kerangka paus raksasa yang sudah bersih dilahap oleh makhluk laut dalam. Penemuan ini bukan sekadar tulang belulang; ia membuka pintu bagi identifikasi spesies baru dan memberi gambaran tentang bagaimana ekosistem laut dalam bertahan di kondisi ekstrem.

Laut dalam di Samudra Selatan, dekat Antartika, memiliki suhu hampir menyentuh titik beku. Tanpa cahaya, tumbuhan tidak dapat berfotosintesis, sehingga organisme di sana harus mencari sumber nutrisi lain. Salah satu sumbernya adalah “salju laut” – hujan sisa bahan organik yang jatuh dari permukaan ke dasar. Namun, sumber nutrisi yang lebih masif datang dari bangkai paus yang tenggelam. Bangkai ini menjadi jamuan makan yang dapat bertahan berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun bagi makhluk laut dalam.

Menemukan bangkai paus di kedalaman ribuan meter tidak mudah. Kebanyakan temuan serupa biasanya berada di perairan tropis atau beriklim sedang. Hingga kini, belum pernah ada yang menemukan bangkai paus di Antartika. Ekspedisi Inggris menggunakan kapal RRS James Cook berhasil memecah kebuntuan ini pada 01 Januari 2010.

“Kami baru saja menyelesaikan penyelaman menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh milik Inggris, Isis, ketika kami melihat sekilas deretan bongkahan berwarna pucat di kejauhan, yang ternyata tulang belakang paus di dasar laut,” ujar Jon Copley, profesor eksplorasi laut di University of Southampton.

Temuan ini menegaskan bahwa bahkan di wilayah paling dingin dan gelap di dunia, kehidupan laut dalam memiliki mekanisme unik untuk memanfaatkan sisa-sisa makhluk besar. Kerangka paus yang ditemukan memberi petunjuk tentang rantai makanan yang kompleks dan tahan lama di kedalaman samudra.

Dengan bukti ini, para ilmuwan dapat lebih memahami bagaimana organisme laut dalam menyesuaikan diri dengan suhu ekstrem dan ketiadaan cahaya. Penemuan ini juga membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut tentang spesies baru yang mungkin belum pernah teridentifikasi sebelumnya.

bangkai pauslaut dalamAntartikaekosistem lautRRS James CookIsisspesies baru

Komentar

Memuat komentar...