Kerugian Ekonomi Iran Dan AS Akibat Konflik Timur Tengah
Gambar atau konten salah?
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkap kerugian yang dialami negara utama dalam konflik Timur Tengah, yakni Iran dan Amerika Serikat. Catatan tersebut menyoroti dampak perang pada pendapatan Iran serta kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di AS.
Anggota DEN, Firman Hidayat, menjelaskan bahwa pendapatan Iran menurun sekitar US$ 500 juta atau Rp 8,87 triliun (kurs Rp 17.741). Ia menyebut, “Iran yang tadinya bisa kirim oil-nya gitu ya, mereka dapet revenue, sekarang akhirnya US$ 500 juta per day revenue-nya Iran itu stop karena US juga blockade, pokoknya nggak boleh ada yang lewat termasuk Iran.”
Peristiwa ini terjadi pada acara Seminar Islamic Economic Outlook di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (17 Juni 2026). Blockade AS menghentikan pengiriman minyak Iran, memaksa negara tersebut menurunkan produksi migas. Iran juga terpaksa menghadapi embargo dan sanksi selama 47 tahun.
Di sisi lain, perang memicu kenaikan harga BBM di AS hingga US$ 4,5 per galon, setara Rp 79.776. Firman menambahkan, “kemudian approval rating Trump turun ke titik terendah imbas kenaikan harga BBM.” Dampak ini juga memengaruhi probabilitas Partai Demokrat dalam pemilu AS paruh waktu November. Menurut platform Polymarket, peluang tersebut turun di bawah 50%.
“ini yang kemudian mendorong Trump harus selesaikan perangnya sebelum bulan Agustus,” pungkas Firman.
Perang di Timur Tengah menimbulkan kerugian ekonomi bagi Iran dan memaksa AS menghadapi kenaikan harga BBM, yang berdampak pada peringkat dukungan publik dan dinamika politik pemilihan. Kerugian ini menyoroti betapa konflik internasional dapat memengaruhi ekonomi dan politik negara yang terlibat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Emas Antam Naik Tipis Rp 4.000 per Gram
Pegadaian Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang In-House Counsel Awards 2026
Kemendag Gandeng Barantin untuk Dongkrak Ekspor
BGN Aktifkan 980 Dapur Gizi di 16 Provinsi, Waspada Calo
IHSG Anjlok 8%, Bursa Efek Indonesia Trading Halt
Kemenkop Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Masuk Anggaran
