Kesurupan di SMPN 1 Selat, Terkait Pembongkaran Tower

Surya B. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Kesurupan di SMPN 1 Selat, Terkait Pembongkaran Tower

Gambar atau konten salah?

Di Karangasem, kejadian kesurupan kembali melanda SMPN 1 Selat pada pagi 27 April 2026. Sekelompok siswa tiba-tiba menangis dan berhisteris, melanjutkan pola serupa yang muncul sejak Jumat lalu.

Situasi memanas ketika beberapa siswa lagi mengalami gejala serupa hampir bersamaan. Guru dan murid terpaksa panik, berusaha menenangkan yang terpengaruh.

Menurut Kepala Sekolah, I Nengah Siki Arta, kejadian memang terjadi. Namun ia menegaskan bahwa kesurupan tidak bersifat massal, karena jumlah siswa terdampak kurang dari 10 orang.

“Kejadian kesurupan yang dialami siswa terjadi sejak Jumat lalu, tapi Sabtu tidak ada yang kesurupan. Tadi pagi lagi ada siswa yang kesurupan tapi tidak secara masal,” kata Siki Arta.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa diduga terkait dengan pembongkaran tower telekomunikasi lama di lingkungan sekolah. Tower dibongkar karena tali penguatnya rapuh dan tidak lagi berfungsi, sehingga dianggap berpotensi membahayakan.

Selama proses, bangunan yang direbahkan mengenai pohon jepun tua di halaman sekolah. Warga setempat percaya pohon tersebut memiliki penghuni.

“Untuk tindak lanjut kami akan mendirikan pelinggih di tempat tersebut,” ujar Siki Arta.

Sementara itu, Kepala Desa Muncan, I Wayan Tunas, juga mengakui adanya siswa yang diduga mengalami kesurupan di sekolah tersebut. Ia belum sempat berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah.

“Informasi yang saya terima, kejadian tersebut berawal dari Jumat lalu dan berlanjut pagi tadi kembali terjadi kesurupan,” kata Tunas.

Peristiwa ini menyoroti potensi dampak lingkungan terhadap kesehatan siswa, meski belum ada bukti pasti hubungan langsung antara pembongkaran tower dan kesurupan. Pihak sekolah dan kelurahan berencana menindaklanjuti dengan pembangunan pelinggih sebagai bentuk penghormatan dan upaya pencegahan.

KesurupanSMPN 1 SelatTower telekomunikasiPohon JepunPelinggihKarangasemKepala Sekolah

Komentar

Memuat komentar...