Ketua SNPMB Tambah Kuota UTBK 2026 Saat Penuh, Dijanjikan
Gambar atau konten salah?
Keluhan calon peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes 2026 (UTBK‑SNBT) mulai viral setelah banyak orang tidak dapat memilih kota atau wilayah UTBK di daerah domisili mereka karena kuota sudah penuh.
Untuk menanggapi keluhan tersebut, Ketua Tim Penanggung Jawab (Jwab) SNPMB, Prof. Eduart Wolok, menyatakan bahwa kuota kota atau wilayah UTBK akan ditambah bila sudah penuh. Ia mengungkapkan hal ini pada konferensi pers hasil seleksi jalur SNBP dan KIP Kuliah 2026 di kantor Kemdiktisaintek, Jl. Pintu I Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 31 Maret 2026.
“Kita tambah,” kata Eduart. Ia menambahkan, “Orang yang sudah milih di Jakarta misalnya, itu kita akan usahakan untuk tetap di Jakarta.”
Eduart menegaskan bahwa calon peserta tidak perlu melapor ke pihak SNPMB. Penambahan kuota akan dilakukan secara internal, tanpa interaksi langsung dari peserta.
Ia menggunakan contoh tahun lalu ketika Pusat UTBK Universitas Indonesia (UI) memiliki 20 sesi UTBK. Karena jumlah pendaftar, masih tersisa kuota. Jika pendaftar tahun ini lebih banyak, maka sesi UTBK di UI dapat ditingkatkan menjadi 22 sesi.
“Otomatis akan bertambah satu hari pelaksanaan,” ungkapnya.
Masalah lain yang muncul adalah ketika peserta tidak dapat mengklik atau memilih kota UTBK tujuan. Eduart menyarankan agar pendaftar menghubungi panitia terkait.
Di sisi lain, Panitia SNPMB, Rizky Yanuar, menjelaskan bahwa ketika saat memilih kota atau wilayah UTBK muncul status “Penuh”, peserta tidak perlu panik dan tidak perlu langsung memilih kota atau wilayah lain yang tidak sesuai domisili.
“(Keterangan) tersedia ini bisa dipilih gitu ya. Kalau (keterangan) ‘Penuh’ tidak bisa dipilih, diklik tidak bisa. Tetapi kalau penuh gini jangan panik dulu, lalu memilih kota/wilayah lain, tetapi silakan kontak call center dulu untuk memastikan apakah karena belum dibuka, belum ditambah ruangannya, atau seperti apa,” kata Rizky dalam sosialisasi UTBK SNBT 2026 yang disiarkan pada kanal YouTube SNPMB, Jumat, 27 Maret 2026.
Rizky menekankan bahwa pemetaan peserta dengan kota atau wilayah UTBK tidak akan jauh-jauh dari domisilinya. Ia menjelaskan bahwa mapping biasanya satu‑satu. Jadi, jika seseorang berada di Langsa, maka ia akan ditempatkan di Universitas Samudra, tidak jauh seperti narasi yang beredar.
“Kebanyakan sih mapping-nya satu dengan satu ya. Jadi kalau saya (misalnya) di Langsa, maka saya pastinya dapat di Universitas Samudra. Jadi nggak jauh‑jauh sebenernya. Kecuali mungkin di kota‑kota besar, tapi kota besar kan dia masih dalam satu kota. Tidak akan terlempar jauh seperti narasi‑narasi yang beredar,” kata Rizky.
Untuk peserta yang sudah terlanjur memilih kota atau wilayah UTBK yang tidak diinginkan, Rizky menjelaskan ada opsi menggantinya selama belum membayar biaya pendaftaran UTBK SNBT. Cara mengganti kota atau wilayah UTBK adalah menunggu slip pembayaran UTBK kedaluwarsa.
“Tunggu 2x24 jam,” kata Rizky. “Kalau sudah dibayar, tidak bisa,” imbuhnya.
Jika slip sudah kedaluwarsa, peserta dapat memilih ulang kota atau wilayah UTBK. Rizky mengingatkan agar tidak mendaftar dekat deadline pendaftaran UTBK SNBT karena tidak akan sempat mengganti pilihan.
Ia menyarankan, “Saya sarankan kalau masih awal‑awal seperti ini masih bisa mengganti prodi, masih bisa ganti kota/wilayah UTBK, selama belum dibayar ya, ditunggu kedaluwarsa.”
Dengan kebijakan penambahan kuota dan prosedur penggantian kota atau wilayah UTBK, SNPMB berusaha mengurangi ketidaknyamanan peserta UTBK‑SNBT 2026. Penambahan kuota yang bersifat dinamis dan sistem pemetaan yang lebih akurat diharapkan dapat memudahkan calon mahasiswa dalam proses pendaftaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dr Andryanto Kusmara Dapat Chevalier Palmes Académiques
Polban Buka Jalur SMBM 2026/27: Pilih Hingga 4 Program
Perubahan Media Sosial: Dari Jaringan ke Alat Politik
Natieva Kids: Les Bahasa Inggris, Pilih Guru, Tanpa Jadwal
Pelatihan SKKNI Level 4 Online, 2 Hari, Rp3,5 Juta
Slover Ceritakan Cara Pendidikan Luar Negeri Mengubah Karier
Berita Terbaru
Muharram 2025: Sepuluh Amalan Penting Memulai Tahun Baru Islam
Puasa 1 Muharam 1448 H: Boleh, Niat & Jadwal 16 Juni
Luwu Utara Cetak 2,960 Ha Lahan Sawah Baru, Target 20,000 Ha
PP PBVSI Pilih Toiran Gonzales Reidel, Timnas Siap AVC 2026
KKP Rencanakan Insentif Daerah untuk Hindari Sampah ke Laut
270 Personel Dishub & Polrestabes Lindungi CFD Palembang
Rupiah Jatuh ke Rp 18.000, Mata Uang Terlemah Asia 12 Juni
