Kim Ju Ae, Putri Kim Jong Un, Tampil di Parade Militer 2025

Sigit W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Kim Ju Ae, Putri Kim Jong Un, Tampil di Parade Militer 2025

Gambar atau konten salah?

Kim Ju Ae menjadi sorotan internasional karena keterlibatannya dalam latihan militer di Korea Utara. Gadis muda ini, yang dapat mengendarai tank, sering disebut sebagai calon penerus keluarga Kim.

Privasi keluarga Kim Jong Un biasanya sulit diungkap. Namun, belakangan pemimpin tertinggi negara ini mulai memperkenalkan putrinya di panggung kenegaraan. Interaksi Kim Ju Ae dengan ayahnya di beberapa kesempatan menimbulkan spekulasi dan teori tentang peran dan pendidikan yang dia jalani.

Usianya tidak pernah diumumkan secara resmi. Beberapa sumber memperkirakan dia berusia sekitar 12 atau 13 tahun, lahir pada tahun 2012 atau 2013. Ia tidak menempuh sekolah formal; sebaliknya, ia belajar di rumah di Pyongyang. Selain mengasah kemampuan akademik, ia juga menjalani latihan fisik intensif. Kim Ju Ae dikenal sebagai penunggang kuda yang handal, serta pandai bermain ski dan berenang.

Menurut intelijen, anak pertama presiden sebenarnya bukan Ju Ae, melainkan seorang laki‑laki. Namun, informasi ini belum dapat dikonfirmasi oleh lembaga resmi.

Putri Kim Jong Un pertama kali muncul di publik pada November 2022. Ia menemani ayahnya melihat peluncuran rudal balistik antarbenda, atau ICBM. Debut publiknya semakin sering terlihat setelah itu, di mana ia ikut serta dalam berbagai kegiatan militer dan nonmiliter.

Di September 2025, Kim Ju Ae menemani Kim Jong Un dalam kunjungan ke Tiongkok. Ia hadir di acara parade militer Hari Kemenangan, sekaligus menjadi bagian dari debut diplomatik multilateral bersama Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Meskipun tidak tampil di parade, kehadirannya tetap menjadi momen penting bagi negara.

Di November 2025, ia turut serta dalam peluncuran satelit mata‑mata Malligyong‑1. Satelit ini diklaim mampu memantau kondisi Gedung Putih di Amerika Serikat. Selain itu, pada tahun 2023, pemerintah menegaskan larangan penggunaan nama “Kim Ju Ae” oleh rakyat untuk menjaga standar dinasti penguasa.

Nama “Kim Ju Ae” berarti “putri yang dicintai”. Namun, seiring berjalannya waktu, makna tersebut bertransformasi menjadi “putri yang dihormati”. Perubahan ini tercermin ketika seseorang memegang takhta kekuasaan.

Ideologi keluarga Kim menekankan garis keturunan suci, sehingga masyarakat Korea Utara meyakini hanya mereka yang layak menjadi pemimpin. Beberapa analis berpendapat bahwa memperlihatkan putrinya di depan publik merupakan cara presiden memperkuat posisinya. Meskipun munculnya Kim Ju Ae dikaitkan dengan kondisi kesehatan Kim Jong Un yang menurun, sebagian pihak melihatnya sebagai upaya menghilangkan stigma diktator dan patriarki.

Edward Howell, seorang profesor ilmu politik di Oxford, menilai penampilan Kim Ju Ae sebagai simbol yang ingin dipamerkan. Ia mengatakan, “Melihat para pemimpin sebelumnya, Kim Jong‑il dan Kim Il‑sung, ada banyak propaganda yang berfokus pada peran pemimpin Korea Utara sebagai figur keibuan dan kebapakan,” ujar Howell.

Dalam konteks ini, kehadiran Kim Ju Ae di panggung publik tidak hanya sekadar pertunjukan. Ia mencerminkan strategi politik keluarga Kim untuk memelihara legitimasi dan menegaskan peran generasi berikutnya dalam sistem kepemimpinan yang telah terstruktur selama beberapa dekade. Keberadaannya di berbagai acara militer dan diplomatik menandai langkah awal dalam menyiapkan peran yang lebih besar di masa depan, meskipun detail spesifik mengenai pendidikan dan pelatihan lebih lanjut masih belum diungkap secara terbuka.

Kim Ju AeKorea UtaraKim Jong UnLatihan MiliterDiplomasiSatelit Malligyong-1Keluarga Kim

Komentar

Memuat komentar...