Kim Ju Ae Rambut Half Do Dilarang, Hukuman Dipotong
Gambar atau konten salah?
Kim Ju Ae menjadi sorotan karena gaya rambutnya yang unik. Gaya ini, yang dikenal sebagai half do, menampilkan bagian atas yang disisir rapi dan bagian bawah yang sedikit bergelombang. Penampilan ini tampak sederhana namun penuh simbolisme, sehingga pemerintah North Korea menegaskan larangan menirunya.
Menurut aturan terbaru, siapa pun yang meniru gaya ayam jantan khas Kim Ju Ae akan menghadapi hukuman. Pelanggar akan langsung dipotong rambutnya dan dipaksa bekerja selama enam bulan. Hukuman ini menandai betapa seriusnya negara tersebut menanggapi penampilan publik.
Penampilan Kim Ju Ae sering kali muncul ketika ia mendampingi ayahnya, Kim Jong Un, dalam berbagai acara. Ia terlihat menonjol di antara kerumunan, memikat perhatian publik. Namun, penampilannya juga menimbulkan kritik di dalam negeri, di mana akses informasi terbatas. Banyak pihak menganggap bahwa gaya hidup remaja berusia 12-14 tahun ini terlalu mewah dibandingkan kondisi masyarakat umum.
“Aku mendengar dari seseorang di Korea Utara tentang meningkatnya kekecewaan karena mereka melihat Kim Ju Ae dengan pakaian mahalnya, tampak seperti gadis kecil di acara-acara penting, sementara warga biasa menanggung aturan yang semakin buruk dan kesulitan ekonomi,” kata sumber.
Popularitas Kim Ju Ae terus bertambah seiring kemunculannya yang didorong oleh Kim Jong Un. Baru-baru ini, potret dirinya bersama ayahnya dipajang di Kedutaan Besar North Korea di Beijing. Pada akhir tahun lalu, ia juga menerima penghormatan dari para perwira meski ayahnya tidak hadir.
Foto-foto lain memperlihatkan Kim Ju Ae menembak senapan sniper, menyaksikan uji peluncuran rudal nuklir, melakukan kunjungan kenegaraan, dan menjadi pusat perhatian dalam parade militer besar. Setiap gambar menambah citra dirinya sebagai figur muda yang kuat dan berpengaruh.
Menurut S Paul Choi, ahli militer dan keamanan di Seoul, meski Kim Ju Ae merupakan anak kesayangan Kim Jong Un, ia tidak lepas dari tantangan, terutama terkait faktor gender dalam masyarakat patriarkis North Korea. “Semua perhatian dan sinyal publik yang disengaja ini sangat menarik. Di Korea Utara, dukungan militer sangat penting, jadi apakah mereka mencoba membangun kredibilitas Kim Ju Ae di mata kelompok garis keras?” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Bagaimana Kim Jong-Un tahu siapa yang benar-benar setia kepadanya, apalagi kepada putrinya? Jadi, saya bertanya-tanya apakah dia mencoba memberikan jaminan kepada Kim Ju Ae ketika dia tidak ada. Ini memungkinkan Kim Ju Ae untuk membangun kredibilitas sekaligus membangun dukungan populer di kalangan publik.”
Peraturan yang menegaskan larangan meniru gaya Kim Ju Ae menunjukkan betapa pentingnya citra publik bagi Kim Jong Un. Sementara publik luar negeri memandangnya sebagai simbol kekuasaan, warga dalam negeri merasakan ketegangan antara tampilan megah dan realitas ekonomi yang sulit. Situasi ini menyoroti ketegangan antara propaganda dan kehidupan nyata di North Korea.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
