Kista Ovarium: Tidak Ada Hubungan dengan Makanan Tidak Sehat

Arif S. · 1 min baca · 6 hari lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Kista Ovarium: Tidak Ada Hubungan dengan Makanan Tidak Sehat

Gambar atau konten salah?

Kista ovarium menjadi sorotan di media sosial akhir‑akhir ini, terutama ketika banyak orang mengaitkannya dengan konsumsi makanan tidak sehat seperti seblak. Namun, apakah benar makanan semacam itu dapat memicu kista? Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. M Luky Satria Syahbana Marwali, Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi (KFER) Brawijaya Hospital Antasari, menolak klaim tersebut.

“Itu lebih ke arah kesehatan secara umum ya, bukannya ‘makan ini jadi kista’, nggak. Yang jelas makan yang sehat lah,” kata dr Luky, Senin, 25 Mei 2026.

Menurutnya, tidak ada makanan spesifik yang menyebabkan kista. Namun, bagi wanita dengan kondisi tertentu seperti endometrosis atau PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome), asupan makanan tetap penting. Mengurangi karbohidrat atau menghindari makanan pro‑inflamasi dapat membantu menjaga kualitas reproduksi.

Dr Luky menegaskan lagi bahwa tidak ada makanan yang memengaruhi kesuburan seseorang. “Makanan yang memengaruhi kesuburan nggak ada, kalau makannya wajar‑wajar aja seperti yang kita makan,” ujarnya.

Seringkali, perempuan mengira kista ovarium harus segera dioperasi. Padahal, tidak semua kista memerlukan tindakan bedah. Prosedur operasi diputuskan berdasarkan jenis dan ukuran kista. Jika kista kecil, tidak ganas, dan tidak berisiko pecah, biasanya diobservasi saja.

“Kalau tidak ada curiga keganasan dan ukurannya kecil dan jenis kistanya juga bukan yang berisiko terpuntir atau pecah, itu biasanya dibiarin aja, diobservasi aja. Kalau ukurannya nggak membesar si dibiarin aja, selama ngga ada keluhan,” jelas dr Luky.

Secara keseluruhan, kista ovarium tidak selalu mengharuskan operasi. Fokus utama adalah menjaga pola makan sehat dan memonitor kondisi kista secara rutin. Dengan pendekatan ini, banyak kasus kista dapat dikelola tanpa intervensi bedah.

kista ovariummakanan tidak sehatobstetri dan ginekologiendometrosisPMOSoperasiobservasi

Komentar

Memuat komentar...