KLB: Campak Meningkat di Sumatera Selatan, Pemerintah Siap

Dedi S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
KLB: Campak Meningkat di Sumatera Selatan, Pemerintah Siap

Gambar atau konten salah?

KLB (Kejadian Luar Biasa) kini mencakup kasus campak yang meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Sumatera Selatan menjadi salah satu dari sebelas provinsi yang terkena dampak penyebaran penyakit menular ini.

Menurut Kabid P2P Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, peningkatan kasus campak terjadi di banyak daerah dan harus menjadi perhatian serius. Ia mengutip data: "45 KLB campak terjadi di 29 Kabupaten/Kota di 11 Provinsi, termasuk Provinsi Sumatera Selatan," yang diumumkan pada Kamis, 02 April 2026.

Surat edaran Kementerian Kesehatan menekankan upaya pencegahan agar jumlah kasus tidak terus bertambah dan meluas. Pemerintah melaksanakan dua kegiatan: Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch-Up Campaign (CUC) Campak/MR, dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan.

Di Sumatera Selatan, pelaksanaan imunisasi dimulai di beberapa wilayah. Ira Primadesa menjelaskan, "Pelaksanaan ORI sudah dilakukan mulai Selasa, 10 Maret 2026 di Palembang, Prabumulih, Banyuasin dan Muratara di masing-masing posyandu," menambahkan bahwa koordinasi posyandu menjadi kunci.

Faktor utama peningkatan kasus pada tahun 2026 adalah rendahnya cakupan imunisasi. Ia menyatakan, "Peningkatan kasus suspek dan konfirmasi yang signifikan pada tahun 2026 dengan faktor risiko rendahnya status imunisasi kasus yaitu sebesar 23% (1 dosis) dan 19% (≥ 2 dosis)," menyoroti pentingnya vaksinasi lengkap.

Untuk menanggulangi situasi ini, langkah konkret diperlukan. Ira Primadesa menegaskan, "Diperlukan peningkatan cakupan imunisasi rutin yang tinggi dan merata serta terlaksananya respon dengan imunisasi massal pada 4 kabupaten/kota yaitu Kota Palembang, Prabumulih, Banyuasin dan Musirawas Utara," menjelaskan bahwa program massal akan difokuskan pada daerah-daerah tersebut.

Ia juga menekankan peran pemerintah daerah. "Butuh dukungan penggerakan pemerintah daerah baik di 4 kabupaten/kota yang telah ditetapkan untuk melaksanakan imunisasi massal termasuk kabupaten/kota dalam mendukung pelaksanaan imunisasi rutin dan imunisasi kejar," tambahnya, menyoroti kolaborasi lintas sektor.

Program imunisasi ini bertujuan menurunkan angka campak dan mencegah penyebaran lebih lanjut. Dengan cakupan yang lebih luas dan dukungan lokal, diharapkan kasus campak dapat dikontrol dan masyarakat kembali aman dari penyakit menular ini.

KLBcampakSumatera SelatanORICUCimunisasiposyandupemerintah daerah

Komentar

Memuat komentar...