Klinsmann Kritik Italia: Kegagalan Masuk Piala Dunia 2026

Sigit W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 46 dibaca
Bisik.id
Klinsmann Kritik Italia: Kegagalan Masuk Piala Dunia 2026

Gambar atau konten salah?

Legenda Jurgen Klinsmann mengkritik kegagalan Italia yang gagal masuk Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari Bosnia-Herzegovina di final playoff pada 31 Maret 2024. Kegagalan ini menjadi ketiga berturut-turut bagi Gli Azzurri setelah tahun 2018 dan 2022.

Klinsmann menyoroti bahwa Italia tidak kekurangan bakat. Timnas kelompok umur mereka telah meraih gelar: juara Piala Eropa U-19 pada 2023, runner-up Piala Dunia U-20 pada 2023, dan juara Piala Eropa U-17 pada 2024. Pembinaan pemain muda di Italia tidak buruk, namun kesempatan bermain di level senior sangat terbatas.

Hanya sedikit pemain muda yang diberi ruang di klub-klub besar Serie A. Banyak yang dikirim ke Serie B atau Serie C untuk mendapatkan menit bermain. Kondisi ini dianggap sebagai “penyakit lama” yang belum sembuh, sehingga muncul kesenjangan antara pemain muda Italia dan rekan-rekan dari negara Eropa lainnya seperti Spanyol, Prancis, atau Jerman.

Klinsmann mengungkapkan, “Italia menanggung akibat dari kurangnya sosok pemimpin, kurangnya pemain yang mampu menghadapi lawan dalam situasi satu lawan satu, dan kurangnya kepercayaan pada pemain muda,” kata Klinsmann. Ia menambahkan, “Di Italia, (Lamine) Yamal dan (Jamal) Musiala mungkin akan dikirim ke Serie B untuk mendapatkan pengalaman.”

Ia juga menyatakan, “Banyak pelatih masih bekerja dengan tujuan untuk tidak kalah daripada menang dengan segala cara. Dan inilah hasilnya,” jelas eks Inter Milan dan Sampdoria yang pernah memenangi Piala Dunia 1990 tersebut.

Menurut Klinsmann, kurangnya kepercayaan pada pemain muda membuat Italia gagal memanfaatkan potensi yang dimiliki. Sementara negara lain memberi peluang lebih besar bagi pemain muda untuk bermain di level tertinggi. Hal ini menimbulkan ketidaksetaraan dalam pengembangan bakat sepak bola di tingkat internasional.

Dengan kritik ini, Klinsmann berharap Italia dapat meninjau kembali kebijakan klub Serie A dan memberi lebih banyak kesempatan kepada generasi muda. Jika tidak, risiko Italia tetap terjebak dalam siklus kegagalan berulang di turnamen dunia.

Jurgen KlinsmannItalia gagal Piala Dunia 2026penalty shootout Bosnia-Herzegovinaketerbatasan pemain mudaSerie A dan Serie Bpengembangan bakat sepak bolaketidaksetaraan internasional

Komentar

Memuat komentar...