Klungkung Gabung 14 SDN Jadi 7 SDN Baru atas Kebutuhan BOS
Gambar atau konten salah?
Klungkung, 14 SDN yang memiliki jumlah siswa sedikit akan digabungkan menjadi 7 SDN baru. Kebijakan ini diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah di wilayah tersebut. Rencana regrouping ini sudah dimulai sejak beberapa bulan terakhir.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, I Ketut Sujana, rencana regrouping sudah dikerjakan. Ia menjelaskan bahwa 14 SDN akan digabung menjadi 7 SDN. Sekolah tersebut terdiri dari 8 SDN di Kecamatan Nusa Penida dan 6 SDN di Kecamatan Banjarangkan.
Pada Selasa, 02 Juni 2026, I Ketut Sujana mengumumkan rencana tersebut.
“Ya, jadi ada 14 SDN yang sudah mulai kita akan regrouping. Jadi ini kita lakukan untuk mengantisipasi juga kebijakan dari pusat untuk pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang syarat minimalnya 60 siswa. Di bawah itu nanti tidak mendapatkan BOS. Kalau begini, nantinya bisa-bisa akan membebankan APBD. Ini juga jadinya tidak bisa maksimal,”
Proses penggabungan masih berada pada tahap pendekatan. Kendala utama adalah penolakan dari orang tua siswa dan komite sekolah. Pemerintah desa, komite, serta pihak terkait sedang dibahas untuk mengatasi keberatan yang pernah membuat regrouping tertunda selama dua tahun.
“Demi keamanan dan kenyamanan, Tri Pendidikan itu (pemerintah, masyarakat, komite) wajib dilibatkan dan saat ini kami masih dalam pendekatan dengan komite dan desa,”
Di Nusa Penida, penggabungan akan melibatkan SDN 3 Kutampi yang digabung ke SDN 5 Kutampi; SDN 2 Tanglad dengan SDN 1 Tanglad; SDN 2 Sekartaji dengan SDN 1 Sekartaji; dan SDN 6 Ped dengan SDN 2 Ped.
Di Banjarangkan, SDN 1 Negari digabung dengan SDN 3 Negari; SDN 2 Negari dengan SDN 2 Banjarangkan; dan SDN 2 Tihingan dengan SDN 3 Tihingan.
Di SDN 2 Tihingan, jumlah siswa sangat sedikit. Dari 6 kelas, total siswa berjumlah 56 anak. Rincian kelasnya: kelas 1 sebanyak 7 siswa, kelas 2 sebanyak 6 siswa, kelas 3 sebanyak 11 siswa, kelas 4 sebanyak 9 siswa, kelas 5 sebanyak 11 siswa, dan kelas 6 sebanyak 11 siswa.
“Karena orang tua tidak mau. Itu sebabnya diulur lagi rencana ini. Tapi sekarang mau lagi, pasti orang tua tidak setuju,”
Ni Wayan Ekawati, Plt Kepala SDN 2 Tihingan, menjelaskan bahwa regrouping SDN 2 Tihingan dengan SDN 3 Tihingan pernah diusulkan tahun sebelumnya. Namun, usulan tersebut mendapat penolakan karena minimnya siswa. Ia menegaskan bahwa selama ini sekolah tetap menerima BOS, namun jika aturan terbaru tidak berlaku, ia akan mengembalikan kebijakan tersebut kepada orang tua yang keberatan.
“Karena dirasa akan jauh. Sejauh ini kami juga belum mengetahui rencana itu yang tahun ini. Biasanya kami akan dipanggil oleh pihak dinas,”
Ekawati juga menegaskan bahwa ia optimis akan dapat siswa baru yang lebih banyak pada tahun ajaran 2026/2027. Ia berharap perubahan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Rencana regrouping ini diharapkan dapat menyesuaikan jumlah siswa per SDN dengan standar minimal 60 siswa, sehingga setiap sekolah dapat menerima dana BOS dan mengurangi beban APBD. Namun, keberhasilan tergantung pada kesediaan orang tua dan komite serta proses pendekatan yang berhasil.
Perubahan ini diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Klungkung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
