Kochi Tawarkan Subsidi 20.000 Yen untuk Aplikasi Kencan

Ratna D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Kochi Tawarkan Subsidi 20.000 Yen untuk Aplikasi Kencan

Gambar atau konten salah?

Di Prefektur Kochi, pemerintah daerah mengumumkan program subsidi aplikasi kencan pada 10 April 2026. Program ini ditujukan kepada warga lajang berusia 20 hingga 39 tahun. Setiap penerima dapat memperoleh bantuan hingga 20.000 yen atau sekitar Rp 2,1 juta pada tahun fiskal 2026. Dana tersebut dapat dipakai untuk aplikasi kencan yang sudah mendapatkan sertifikasi layanan pencarian pasangan berbasis internet.

Tak hanya itu, pada 01 Desember 2025, Prefektur Kochi bekerja sama dengan Tapple, salah satu aplikasi kencan populer di Jepang. Tujuannya adalah mempromosikan kencan online yang aman. Seorang pejabat prefektur mengatakan, "Tarif keanggotaan tahunan biasanya sedikit di atas 20.000 yen, jadi kami menetapkan jumlah tersebut untuk menutupi sebagian besar biaya." Program ini akan diukur efektivitasnya melalui survei satu tahun setelah partisipasi.

Prefektur Kochi tidak sendiri. Tahun lalu, Prefektur Miyazaki juga memberikan subsidi aplikasi kencan hingga 10.000 yen atau sekitar Rp 1 juta per orang. Langkah ini mendapat reaksi beragam di media sosial. Beberapa orang memuji kreativitas pemerintah daerah, sementara yang lain menilai bahwa masalah utama tidak hanya sulit menemukan pasangan. Kritikus menyoroti hambatan lain seperti tekanan ekonomi, jam kerja panjang, dan biaya tinggi membesarkan anak.

Tren mencari pasangan lewat aplikasi semakin umum di Jepang. Survei Badan Anak dan Keluarga Jepang pada 01 Januari 2024 menemukan satu dari empat orang yang menikah di bawah usia 39 tahun bertemu pasangannya melalui aplikasi kencan. Internet kini menjadi tempat bertemu pasangan yang lebih umum dibandingkan jalur tradisional seperti sekolah atau tempat kerja.

Jepang menghadapi salah satu persoalan demografi paling serius di dunia. Masalah ini terasa lebih berat di wilayah pedesaan seperti Kochi, yang populasinya sekitar 650 ribu jiwa terus menurun karena anak muda pindah ke kota besar untuk mencari kerja dan pendidikan. Pada 01 Januari 2025, Jepang mencatat sedikit di atas 700 ribu kelahiran, angka terendah sejak pencatatan dimulai pada 01 Januari 1899. Jumlah kelahiran pada 01 Januari 2025 tercatat 705.809, turun 2,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini menjadi penurunan selama 10 tahun berturut-turut.

Meski begitu, angka pernikahan menunjukkan kenaikan untuk tahun kedua berturut-turut. Tercatat ada 505.656 pernikahan tahun lalu, naik sebanyak 5.657 dibanding 01 Januari 2024. Pemerintah Jepang menyatakan akan terus menekan penurunan angka kelahiran dengan meningkatkan pendapatan anak muda serta membantu mereka menyeimbangkan pekerjaan dan pengasuhan anak.

Program subsidi aplikasi kencan ini mencerminkan upaya daerah untuk memanfaatkan teknologi guna mengatasi krisis kelahiran. Dengan memberikan insentif finansial, pemerintah berharap dapat meningkatkan peluang menikah dan memiliki anak di kalangan muda. Namun, tantangan struktural seperti ekonomi, pekerjaan, dan biaya hidup tetap menjadi faktor penting yang mempengaruhi keputusan keluarga di masa depan.

subsidi aplikasi kencanPrefektur KochiTappledemografi Jepangkelahiran rendahpernikahanpemerintah daerah

Komentar

Memuat komentar...