KOI Kritik Dana Kurang dan Perjalanan Atlet Asian Games 2026
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pada 09 Mei 2023, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi olahraga nasional. Ia mengungkapkan hal itu di Rapat Anggota KOI 2026 yang berlangsung di kawasan Senayan, di hadapan induk cabang olahraga, Menpora Erick Thohir, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Saya katakan olahraga Indonesia sedang tidak baik-baik saja, betul enggak? Terutama masalah duit,” ujarnya secara gamblang. Kalimat tersebut menegaskan kekhawatiran Okto tentang kebijakan penghematan anggaran yang sedang diberlakukan pemerintah.
Okto menyoroti bahwa beberapa cabang olahraga, seperti akuatik, atletik, dan balap sepeda, mengalami pemotongan dana. Akibatnya, cabor akuatik bahkan memaksa atletnya kembali ke klub masing-masing. Langkah ini dianggap menghambat persiapan atlet menghadapi Asian Games 2026 di Nagoya, yang merupakan acara multievent terbesar kedua di Asia.
Anggaran menjadi unsur penting dalam persiapan cabor untuk meraih prestasi di ajang tersebut. Tanpa dana yang memadai, pelatihan, transportasi, dan perlengkapan menjadi terbatas, sehingga potensi atlet tidak dapat dimaksimalkan.
Selain masalah dana, Okto juga menyinggung isu perjalanan atlet ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa “try out” yang dilakukan atlet tidak sama dengan perjalanan dinas birokrasi. “Tidak benar kalau atlet berangkat ke luar negeri dibilang perjalanan dinas. Ngawur betul! Yang namanya perjalanan dinas itu berlaku untuk orang kementerian,” jelasnya. Ia menekankan bahwa perjalanan atlet atau ofisial ke pusat pelatihan atau try out tidak dapat disamakan dengan perjalanan dinas.
Okto menegaskan komitmennya akan bekerja sama dengan induk-induk cabang olahraga di seluruh Indonesia demi kepentingan atlet dan pengurus olahraga Tanah Air. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara KOI, KONI, dan federasi cabor agar kebijakan anggaran dapat diselaraskan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Menanggapi kritik tersebut, Menpora Erick Thohir mengaku telah mendengar masukan dari KOI dan federasi cabor. Ia menegaskan optimisme bahwa dukungan pemerintah terhadap olahraga tidak pernah luntur. “Tentu saya sebagai Kemenpora mendengarkan masukan dari KOI dan tentu cabang-cabang olahraga mengenai pendanaan. Tapi yang saya sampaikan, jangan pernah pertanyakan komitmen Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto, mengenai komitmen beliau membangun olahraga nasional,” ujarnya.
Menpora menambahkan bahwa pemerintah akan terus mengefisiensikan anggaran agar tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa komitmen Presiden dalam membangun olahraga nasional tetap kuat, dan Kemenpora akan terus berupaya menyesuaikan alokasi dana dengan kebutuhan cabor.
Kesimpulannya, situasi olahraga Indonesia saat ini dipengaruhi oleh kebijakan penghematan anggaran dan perbedaan persepsi mengenai perjalanan atlet. Para pemimpin olahraga menegaskan perlunya koordinasi dan dukungan finansial yang memadai untuk mempersiapkan atlet menghadapi Asian Games 2026 di Nagoya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
