Konflik AS-Israel-Iran Tertusuka Harga Avtur dan Logistik

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Konflik AS-Israel-Iran Tertusuka Harga Avtur dan Logistik

Gambar atau konten salah?

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah menimbulkan dampak nyata di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui bahwa konflik tersebut memicu berbagai masalah, mulai dari kenaikan harga avtur hingga plastik.

Menurut Zulhas, salah satu dampak yang paling terasa adalah kesulitan mendapatkan karung gabah. Ia mengatakan, “Misalnya sekarang plastik. Plastik itu luar biasa naiknya. Tadi ada yang mengadu kepada saya dari Kalimantan Barat. Mau beli gabah, karungnya nggak ada, karena karungnya dari plastik, jadi memang ada dampak kesulitan di situ.”

Masalah tersebut diangkat dalam konferensi pers di kantor Zulhas, Jakarta Pusat, pada 06 April 2026. Ia menambahkan bahwa “Kondisi ini diperparah dengan merangkaknya harga avtur.”

Selain itu, jalur logistik global turut terganggu. Selat Hormuz yang ditutup memaksa rute transportasi laut berputar lebih jauh, sehingga biaya ongkos kirim dan waktu tempuh meningkat. Zulhas menjelaskan, “Sekarang ini transportasi laut itu putar ya tentu ongkos naik. Tadi misalnya 20 hari, sekarang bisa 60 hari ya, yang tadinya 30 hari sekarang 60 hari.”

Perubahan ini berdampak pada harga tiket pesawat. Zulhas menyebut, “Avtur yang naik sehingga ongkos pesawat boleh (naik) 13%. Itu dampak daripada apa yang terjadi di kawasan perang Amerika‑Iran‑Israel.”

Walau banyak sektor terdampak, Zulhas menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Ia menegaskan, “Beras aman, tidak ada kenaikan apapun. Sampai tahun 2026 beras kita aman, bahkan saya kira 2027.”

Dengan kesiapan ini, Indonesia dipastikan dapat menahan gejolak harga dan kelangkaan yang mungkin timbul akibat konflik global. Keamanan pasokan beras menjadi prioritas utama, sementara upaya pengendalian biaya logistik dan energi tetap menjadi fokus pemerintah.

Konflik AS-Israel-Iranharga avturkarung gabahSelat Hormuzlogistik globalswasembada panganBeras aman

Komentar

Memuat komentar...