Kontroversi Final Cerdas Cermat Empat Pilar Kalimantan Barat

Sigit W. · 2 min baca · 22 hari lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Kontroversi Final Cerdas Cermat Empat Pilar Kalimantan Barat

Gambar atau konten salah?

Pada Sabtu (09 Mei 2026) di Kalimantan Barat, final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar menimbulkan kontroversi. Juri dikritik karena dianggap tidak adil dalam menilai tim SMAN 1 Pontianak. Media sosial menyuarakan ketidakpuasan, memicu perdebatan di kalangan peserta dan publik. Hal ini menimbulkan ketegangan di antara para peserta, yang merasa hak mereka tidak dihargai.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyatakan keprihatinan atas polemik. Ia menekankan pentingnya prinsip keadilan, transparansi, dan sportivitas dalam setiap kompetisi. “Anak-anak sudah mempersiapkan diri dengan sangat serius. Mereka datang membawa semangat belajar dan kompetisi yang sehat. Karena itu, proses lomba juga harus benar-benar memberi rasa keadilan bagi seluruh peserta,” ujar Hetifah di laman resmi DPR dikutip Rabu (13 Mei 2026).

Hetifah juga menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba di Kalimantan Barat. Ia mengusulkan pembukaan ruang untuk pertandingan ulang demi menjaga objektivitas. Menurutnya, kesiapan panitia, sistem penjurian, dan mekanisme pengawasan harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang. “Kita tentu tidak ingin kejadian seperti ini mengurangi antusiasme anak-anak terhadap kegiatan positif yang selama ini menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, dan kompetisi yang sehat,” tambahnya.

Selain itu, Hetifah meminta maaf kepada peserta yang dirugikan, khususnya siswa SMAN 1 Pontianak. Ia berharap peristiwa ini tidak mematahkan semangat siswa untuk terus aktif mengikuti kegiatan pendidikan, kebangsaan, dan pengembangan karakter. “Kita tidak ingin kejadian seperti ini mengurangi antusiasme anak-anak terhadap kegiatan positif yang selama ini menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, dan kompetisi yang sehat,” ucapnya.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya keadilan dan transparansi dalam kompetisi pendidikan. Evaluasi menyeluruh dan kemungkinan pertandingan ulang diharapkan dapat memperbaiki sistem penjurian, menjaga kepercayaan peserta dan masyarakat, serta memastikan bahwa lomba tetap menjadi ajang belajar nilai demokrasi dan kebangsaan.

Kalimantan BaratLomba Cerdas Cermat Empat PilarSMAN 1 PontianakHetifah SjaifudianKeadilanTransparansiSportivitas

Komentar

Memuat komentar...