Kontroversi Penalty Arsenal-PSG: Mendes Menabrak Madueke

Guntur P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Kontroversi Penalty Arsenal-PSG: Mendes Menabrak Madueke

Gambar atau konten salah?

Pada 30 Mei 2026, final Liga Champions menampilkan duel sengit antara Arsenal dan Paris Saint‑Germain di Puskas Arena, Budapest. Kedua tim bermain sangat hati‑hati, menutup ruang gerak dan menunggu peluang di pertahanan lawan.

Setelah waktu normal berakhir dengan skor 1‑1, gol pertama datang dari Kai Havertz, sementara gol kedua, sebuah penalti, dicetak Ousmane Dembele. Penalty tersebut berawal dari pelanggaran Cristhian Mosquera terhadap Khvicha Kvaratskhelia, yang sudah dikonfirmasi oleh VAR.

Di babak tambahan, saat menit ke‑102, Noni Madueke menembus kotak penalti dengan tusukan dari sayap kanan. Di tengah gerakannya, Nuno Mendes menyentuh tubuh Madueke, membuatnya terjatuh di dalam kotak. Banyak yang menganggap kejadian itu layak mendapat penalti.

Wasit Daniel Siebert, meski melihat aksi tersebut, tidak menegaskan pelanggaran. Ia tidak memeriksa monitor VAR dan tidak memberi perintah. VAR pun tampak tidak memberikan instruksi apapun.

Reaksi Arsenal langsung terbuka. Gelandang Declan Rice dan pelatih Mikel Arteta, yang keduanya menerima kartu kuning, mengekspresikan ketidakpuasan. Setelah pertandingan, keduanya tampak lebih tenang saat membahas insiden itu.

Arteta mengungkapkan, “Saya menonton ulang tayangannya dan itu bisa saja menjadi penalti. Wasit telah membuat keputusan itu; dia membuat keputusan berbeda untuk penalti terhadap Mosquera dan ya, itu keputusan yang penting,” sambil merujuk pada keputusan penting di pertandingan sebelumnya.

Rice menyatakan, “Saya belum melihat tayangan ulangnya. Sekilas, di lapangan, saya pikir itu mirip dengan penalti yang kami dapatkan saat melawan Bayer Leverkusen.” Ia mengingat duel 16 besar leg pertama melawan Leverkusen, di mana Arsenal juga mendapat penalti setelah Madueke dilanggar Malik Tillman.

Rice menegaskan lagi, “Saya tidak akan membahasnya lebih lanjut. Saya sangat kecewa saat itu - saya pikir wasit akan melihatnya, tetapi ternyata itu tidak cukup jelas untuk menjadi penalti.

Seorang pengamat media sosial mengomentari insiden tersebut: “Look at this challenge from any angle. Mendes comes across Madueke's body and brings him down. Clear penalty for Arsenal but Daniel Siebert decides against giving it.

Menurut penilaian, insiden itu memang terlalu abu‑abu untuk diganjar penalti. Madueke terlihat memegang tangan Mendes, meski ada senggolan lutut Mendes. Posisi kontak yang memicu jatuhnya Madueke tidak jelas apakah sudah di dalam atau masih di luar kotak penalti.

Insiden ini menambah ketegangan di final yang sudah penuh drama. Meski Arsenal tidak mendapatkan penalti, pertandingan tetap berlanjut hingga akhir, menampilkan keteguhan kedua tim dalam menghadapi tekanan tinggi. Perdebatan tentang keputusan wasit akan terus berlanjut, menyoroti betapa pentingnya interpretasi di momen krusial.

Liga ChampionsArsenalParis Saint‑GermainPuskas ArenaVARNoni MaduekeMikel ArtetaDaniel Siebert

Komentar

Memuat komentar...