Kopdes Merah Putih Potong Rantai Pasok Pertanian

Wulan M. · 2 min baca · 4 jam lalu · 8 dibaca
Bisik.id
Kopdes Merah Putih Potong Rantai Pasok Pertanian

Gambar atau konten salah?

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bisa memotong rantai pasok di sektor pertanian. Petani, kata dia, berpotensi menikmati keuntungan lebih dari Rp 200 triliun berkat keberadaan koperasi ini.

Selama ini, distribusi komoditas pertanian melewati delapan mata rantai. Amran menjelaskan, Kopdes Merah Putih akan memangkasnya menjadi hanya tiga mata rantai. Dari petani langsung ke koperasi, lalu dari koperasi ke masyarakat.

"Ini koperasi sebenarnya kalau sektor pertanian, ini adalah fungsi utamanya memotong supply chain rantai pasok. Itu dari delapan menjadi tiga. Jadi dari delapan rangkaian menjadi tiga. Tiga itu dari petani ke koperasi, koperasi ke masyarakat," ujar Amran di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, pada Selasa, 28 Juli 2026.

Dengan rantai pasok yang lebih pendek, keuntungan yang selama ini dinikmati para tengkulak atau perantara bisa lebih banyak berpindah ke petani dan masyarakat. Amran mengatakan, berdasarkan perhitungan Kementerian Pertanian, keuntungan yang diperoleh para perantara dari sembilan komoditas pangan mencapai Rp 313 triliun.

Jika koperasi hanya mengambil keuntungan sekitar Rp 50 triliun, maka sisanya Rp 263 triliun bisa dinikmati petani. "Nah kami pernah hitung, sembilan komoditas itu nilainya untuk middleman dia dapatkan keuntungan Rp 313 triliun. Nah katakanlah koperasi dapat 50 triliun saja, artinya apa? Ada Rp 263 triliun itu bisa dinikmati petani, harga komoditas bisa naik, kemudian konsumen yang daya belinya naik. Konsumen yang biasanya beli 1 kilo bisa menjadi 1,5 kilo. Itu yang diinginkan Bapak Presiden," terang Amran.

Bukan cuma soal rantai pasok. Kopdes Merah Putih juga akan menjadi titik distribusi pupuk. Petani tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkannya. Selain itu, koperasi ini juga akan menjadi offtaker sekaligus distributor hasil pertanian.

"Yang kedua, menjual seperti dikatakan tadi Pak Menko, menjual gabah itu langsung ke koperasi, karena biasanya gudang Bulog kita jaraknya 50 kilo dari sawah," katanya.

Intinya, pemerintah ingin memotong peran tengkulak yang selama ini menguasai rantai distribusi. Dengan koperasi desa, petani bisa menjual langsung dan harga di tingkat konsumen juga bisa lebih terjangkau. Model tiga mata rantai ini diharapkan mengubah cara kerja distribusi pangan dari hulu ke hilir.

Kopdes Merah Putihrantai pasokpertanianpetanikeuntungantengkulakdistribusi

Komentar

Memuat komentar...