Kopi Decaf dan Berkafein Berbagi Manfaat Mental dan Usus

Yuli S. · 2 min baca · 24 hari lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Kopi Decaf dan Berkafein Berbagi Manfaat Mental dan Usus

Gambar atau konten salah?

Minuman kopi telah lama menjadi pilihan banyak orang untuk memulai hari. Selain memberi dorongan energi, kopi sering dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik dan membantu mengurangi rasa kantuk. Namun, manfaat kopi ternyata tidak berhenti di situ saja.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kopi juga berpengaruh pada kesehatan usus dan otak. Studi ini, yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, dikonduksi oleh tim dari APC Microbiome Ireland pada 06 Mei 2024.

Peneliti memulai dengan mengumpulkan 31 peminum kopi dan 31 non‑peminum kopi. Semua partisipan menjalani tes psikologis, serta pengambilan sampel urine dan feses. Tujuannya adalah memahami bagaimana kopi memengaruhi microbiota‑gut‑brain axis, sistem yang menghubungkan kesehatan usus dengan fungsi otak dan suasana hati.

Setelah fase awal, peserta diminta berhenti minum kopi selama dua minggu. Selanjutnya, mereka menerima kopi kembali dalam uji blind. Sebagian mendapat kopi berkafein, sementara yang lain mendapat kopi decaf. Hasilnya, kedua kelompok mengalami penurunan stres dan depresi. Selain itu, kopi—baik berkafein maupun decaf—menurunkan tingkat impulsivitas peserta, meski tidak mengandung kafein.

Peneliti juga menemukan peningkatan bakteri tertentu pada peminum kopi. Bakteri Eggertella sp dan Cryptobacterium curtum lebih banyak ditemukan. Kedua bakteri ini berperan dalam produksi asam lambung dan empedu, yang membantu melawan bakteri jahat di saluran cerna. Peminum kopi juga menunjukkan jumlah bakteri Firmicutes yang lebih tinggi, jenis bakteri yang terkait dengan suasana hati yang lebih positif.

Analisis lebih lanjut mengungkap perbedaan efek antara kopi decaf dan kopi berkafein. Kopi decaf terbukti meningkatkan fungsi belajar dan memori, kemungkinan karena senyawa polifenol yang terkandung dalam kopi. Sementara kopi berkafein lebih berfokus pada peningkatan kewaspadaan dan fokus, serta membantu menurunkan risiko peradangan di tubuh.

Profesor John Cryan dari University College Cork, yang memimpin studi ini, menegaskan bahwa kopi bukan sekadar minuman. "Kopi bukan hanya soal kafein, tetapi faktor makanan kompleks," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kopi memengaruhi mikroba usus dan emosi, serta berpotensi mendukung pola makan sehat dan seimbang. Meski demikian, konsumsi kopi tetap dianjurkan dalam batas wajar.

European Food Safety Authority (EFSA) menetapkan batas aman kafein untuk orang dewasa sehat sebesar 400 mg per hari, setara dengan sekitar 4 cangkir kopi. Batas ini bertujuan menjaga kesehatan tanpa menimbulkan efek samping kafein berlebih.

Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti bahwa manfaat kopi tidak hanya berasal dari kafein. Komponen lain dalam biji kopi, seperti polifenol, turut berperan penting dalam memelihara keseimbangan mikrobiota usus dan memengaruhi fungsi otak. Dengan demikian, kopi dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat bila dikonsumsi secara moderat.

kopimikrobiota ususpolifenolkafeindepresistresfungsi otakbakteri

Komentar

Memuat komentar...