Kopi + Krimer Berbahaya bagi Kulit, Pakai Matcha Lebih Aman
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, kopi sering dianggap minuman pembuka hari bagi banyak orang. Tak hanya memberi energi, minuman ini juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk perlindungan kulit. Namun, efek positifnya bisa berubah menjadi negatif bila dikonsumsi bersama bahan tambahan berlebihan.
Menurut Dr. Nora Jaafar, seorang dermatolog kosmetik, masalah utama bukan kopi itu sendiri, melainkan apa yang sering ditambahkan ke dalamnya. “Kafein memiliki hubungan ganda dengan kulit. Dalam penggunaan topikal, kafein bersifat antioksidan, tetapi jika berlebihan dapat meningkatkan hormon kortisol yang merusak kolagen,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kadar kortisol tinggi dapat membuat kulit tampak kering, kusam, dan mempercepat proses penuaan.
Krimer kopi menjadi salah satu bahan paling sering dipakai untuk menambah rasa creamy. Namun, di balik tekstur lembutnya terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan. Krimer umumnya mengandung minyak terhidrogenasi, padatan sirup jagung, dan emulsifier sintetis. Minyak terhidrogenasi biasanya digunakan untuk memperpanjang masa simpan, padatan sirup jagung berfungsi sebagai pemanis, dan emulsifier menambah stabilitas produk.
Meskipun fungsional dalam industri makanan, kombinasi bahan tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan bila dikonsumsi berlebihan. Penggunaan krimer secara rutin dapat memengaruhi kulit secara tidak langsung. “Minyak terhidrogenasi dapat merusak lapisan pelindung kulit sehingga menjadi kering dan sensitif,” jelasnya. Ia juga menyebut bahwa sirup jagung dapat meningkatkan kadar gula darah yang memicu proses glikasi, yaitu kerusakan kolagen dan elastin yang mempercepat penuaan. Selanjutnya, emulsifier sintetis berpotensi mengganggu keseimbangan mikrobioma usus. Ketidakseimbangan ini sering kali berdampak pada kulit dalam bentuk peradangan, jerawat, hingga rosacea.
Untuk mengurangi dampak negatif, Dr. Jaafar menyarankan alternatif yang lebih bersih. Penggunaan susu full cream atau susu oat tanpa pemanis bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Selain itu, ia merekomendasikan matcha sebagai minuman pengganti. “Matcha mengandung kafein dan L-theanine yang memberikan energi stabil tanpa lonjakan kortisol, serta kaya antioksidan yang melindungi kulit,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rutin mengkonsumsi bahan makanan alami seperti herbal atau jamur adaptogen, termasuk ashwagandha dan maca, dapat membantu mengatasi masalah kulit yang dipicu stres. Dengan memilih minuman yang lebih bersih, konsumen dapat menikmati manfaat kopi tanpa menurunkan kesehatan kulit.
Artikel ini diambil dari laporan pada 16 April 2026. Dari perspektif dermatologi, penting bagi konsumen untuk menyadari bahwa bahan tambahan, meski tampak tidak berbahaya, dapat memicu kerusakan kolagen dan mempercepat penuaan kulit. Memilih krimer dengan bahan alami atau mengganti kopi dengan matcha dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kulit tetap sehat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
