Kopi Lemon Pembakar Lemak Klaim Ahli Belum Terbukti
Gambar atau konten salah?
Tren mencampur kopi dengan lemon menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan ini. Banyak orang percaya minuman ini bisa membakar lemak dan mempercepat penurunan berat badan.
Namun, menurut ahli kesehatan, klaim tersebut belum terbukti secara ilmiah. Dimple Jangda, seorang ahli Ayurveda dan kesehatan pencernaan, menjelaskan bahwa tren ini lebih didorong oleh sensasi populer daripada landasan sains yang kuat. Meskipun kopi dan lemon masing-masing memiliki manfaat kesehatan, menggabungkannya tidak secara otomatis menciptakan formula ajaib untuk menurunkan berat badan.
Kopi memang mengandung kafein yang dikenal dapat meningkatkan metabolisme dan membantu proses pembakaran lemak. Sebuah studi pada tahun 2023 yang dimuat dalam jurnal Clinical Nutrition sempat mengaitkan konsumsi kopi dengan penurunan total lemak tubuh.
Di sisi lain, lemon juga memiliki dampak positif pada metabolisme. Penelitian dari tahun 2008, yang terbit di Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition, menunjukkan bahwa lemon berpotensi menekan kenaikan berat badan dan penumpukan lemak tubuh.
Yang menjadi masalah, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa perpaduan kopi dan lemon secara spesifik dapat mempercepat proses penurunan berat badan.
Kedua bahan ini memiliki sifat asam. Jika dikonsumsi bersamaan, terutama saat perut kosong, kombinasi ini bisa menimbulkan masalah pencernaan. Efek sampingnya bisa berupa rasa panas atau perih di lambung, gangguan pencernaan, bahkan diare. Jangda juga menekankan agar menghindari mencampur lemon ke dalam kopi yang sudah mengandung susu, karena ini berpotensi memperburuk gangguan pencernaan.
Aspek lain yang perlu dipertimbangkan adalah kesehatan gigi. Lemon memiliki risiko tinggi menyebabkan erosi gigi. Studi tahun 2015 di PLOS One menemukan bahwa jus lemon menyebabkan tingkat erosi gigi yang lebih tinggi dibandingkan banyak minuman lain. Konsumsi rutin campuran kopi dan lemon dapat melemahkan lapisan pelindung gigi (enamel) seiring waktu, terutama bagi mereka yang memiliki gigi sensitif.
Meskipun kombinasi keduanya tidak terbukti sebagai jalan pintas penurunan berat badan, kopi dan lemon tetap bermanfaat jika dinikmati secara terpisah.
- Kopi adalah sumber antioksidan, termasuk asam klorogenik. Beberapa penelitian menyebut kopi sebagai salah satu sumber antioksidan terbesar di antara minuman lain.
- Lemon kaya akan Vitamin C dan antioksidan dari kelompok sitrus, yang mendukung fungsi sistem imun.
Antioksidan yang terdapat pada kopi maupun lemon dapat membantu tubuh melawan stres oksidatif. Bahkan, sebuah penelitian tahun 2017 dalam jurnal Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry menemukan bahwa kopi dapat membantu meningkatkan hidrasi dan fungsi pelindung kulit.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk menikmati manfaat kopi dan lemon secara terpisah. Penurunan berat badan yang berhasil dan berkelanjutan tetap bergantung pada kombinasi pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik, dan konsistensi dalam menjalani gaya hidup sehat.
Minuman kopi lemon bukan solusi cepat untuk masalah berat badan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
BPOM Tegaskan Indonesia Jadi Pemain Utama ATMP Terapi Gen
Peringatan WMO: El Nino 2026 Siap Guncang Indonesia
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
