Kopi Teratur Turunkan Risiko Demensia 18%

Hari W. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 39 dibaca
Bisik.id
Kopi Teratur Turunkan Risiko Demensia 18%

Gambar atau konten salah?

Konsumsi kopi ternyata memberikan manfaat lebih dari sekadar menyegarkan badan. Sebuah penelitian terbaru mengarahkan pada temuan bahwa minum kopi secara teratur bisa membantu mencegah demensia.

Banyak orang menikmati kopi karena kemampuannya meningkatkan energi dan fokus dengan cepat. Selain itu, kopi juga menyimpan potensi manfaat kesehatan lain yang mulai terungkap melalui berbagai riset. Salah satu fokus penelitian saat ini adalah kaitan antara kebiasaan minum kopi dengan fungsi otak yang lebih baik.

Sebuah penelitian besar yang berlangsung selama 43 tahun menemukan hubungan signifikan antara kebiasaan minum kopi dan berkurangnya risiko terkena demensia. Para peneliti kesehatan menyoroti dampak positif ketika kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian seseorang.

Kopi dalam Pola Hidup Sehari-hari

Pencegahan demensia sebelum gejala muncul sangatlah krusial. Pengobatan yang tersedia saat ini masih terbatas dan seringkali hanya memberikan sedikit perbaikan setelah penyakit berkembang.

Hal ini mendorong ilmuwan untuk meneliti kebiasaan sehari-hari, termasuk apa yang kita makan dan minum, terhadap risiko demensia. Kopi dan teh menjadi sorotan utama. Kedua minuman ini mengandung zat aktif seperti kafein dan polifenol.

Senyawa-senyawa ini diyakini memberikan efek pelindung bagi otak. Mereka dipercaya dapat membantu mengurangi peradangan serta membatasi kerusakan sel. Kedua proses ini merupakan faktor besar dalam penurunan kemampuan kognitif yang bisa berujung pada demensia.

Studi Jangka Panjang 43 Tahun

Penelitian Nurses' Health Study (NHS) dan Health Professionals Follow-up Study (HPFS) menjadi dasar studi ini. Kedua studi jangka panjang ini memantau peserta secara rutin mengenai pola makan, diagnosis demensia, dan kondisi kognitif mereka.

Pemantauan berlangsung selama 43 tahun. Peneliti menganalisis hubungan antara konsumsi kopi berkafein, teh, dan kopi tanpa kafein terhadap risiko demensia menggunakan data jangka panjang tersebut.

Dari lebih dari 130.000 peserta, tercatat 11.033 orang mengalami demensia selama periode studi. Hasilnya cukup menarik: mereka yang paling banyak mengonsumsi kopi berkafein menunjukkan risiko 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak minum kopi sama sekali.

Selain itu, peminum kopi melaporkan penurunan kognitif subjektif yang lebih rendah sebesar 7,8% dibandingkan kelompok lain. Hasil tes kognitif objektif juga menunjukkan performa yang cenderung lebih baik pada kelompok peminum kopi.

Peran Utama Kandungan Kafein

Manfaat perlindungan terhadap demensia ini juga terlihat pada teh, namun tidak ditemukan pada kopi decaf (tanpa kafein). Temuan ini menguatkan dugaan bahwa kafein memegang peranan kunci dalam efek perlindungan tersebut.

Efek positif terbaik diamati pada mereka yang minum sekitar 2-3 cangkir kopi berkafein atau 1-2 cangkir teh setiap hari. Jumlah ini dianggap sebagai takaran ideal untuk kesehatan otak.

Konsumsi kafein dalam jumlah lebih tinggi tidak dikaitkan dengan efek negatif. Bahkan, asupan yang lebih tinggi menunjukkan potensi perlindungan saraf yang mirip dengan konsumsi pada batas optimal.

Peneliti utama, Yu Zhang, menyatakan bahwa manfaat kopi atau kafein ini berlaku merata di berbagai kelompok risiko genetik. Artinya, baik individu dengan risiko tinggi maupun risiko rendah terhadap demensia dapat merasakan manfaat yang sama dari konsumsi kafein.

Ringkasan Informasi

Sebuah studi observasi sepanjang 43 tahun menemukan korelasi antara konsumsi kopi berkafein dan teh dengan penurunan risiko demensia. Kandungan kafein diduga menjadi komponen utama yang memberikan efek protektif terhadap fungsi kognitif. Konsumsi optimal berada di kisaran beberapa cangkir per hari, dan manfaat ini terlihat pada semua kelompok risiko genetik.

KopiDemensiaKafeinPencegahanKesehatan KognitifPenelitianGaya Hidup

Komentar

Memuat komentar...