Korban 400kg Beruntun: Tim Damkar Evakuasi di Gresik

Fitri A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Korban 400kg Beruntun: Tim Damkar Evakuasi di Gresik

Gambar atau konten salah?

Di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, suasana siang yang tenang berubah menjadi tegang ketika seorang wanita dengan obesitas ekstrem mengalami sesak napas hingga pingsan. Korban, yang berat badannya mencapai 400 kilogram, tidak sadarkan diri dan segera memerlukan bantuan medis.

Perangkat darurat 112 menerima laporan pertama kali dari keluarga korban. Kepala DPKP Gresik, Suyono menjelaskan bahwa situasi sudah genting dan memerlukan penanganan segera. “Satu korban yang sedang sakit mengidap sesak napas, obesitas dengan berat badan 400 kilogram. Saat dilaporkan, kondisi korban semakin parah dan pingsan,” ungkap Suyono pada Selasa, 28 April 2026.

Setelah menerima panggilan, tim Damkar langsung menuju lokasi. Petugas menemukan korban dalam kondisi lemah, namun sudah dipasang alat bantu pernapasan. Evakuasi tidak dapat dilakukan secara biasa karena ruang terbatas di dalam rumah dan berat badan korban. Pekerjaan memerlukan koordinasi, kekuatan fisik, serta peralatan khusus agar proses aman bagi korban dan petugas.

“Korban sesak napas lalu diselamatkan dan dievakuasi bersama Dinkes Gresik menggunakan peralatan rescue. Ada 9 personel yang mengevakuasi korban,” jelas Suyono. Sembilan petugas bekerja bersama untuk memindahkan tubuh korban ke atas tandu. Proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat kondisi korban yang tidak stabil. Selama pemindahan, petugas menempatkan slang oksigen untuk membantu pernapasan dan mengikat tangan korban sebagai langkah pengamanan agar tidak terjadi pergeseran.

Setelah berhasil dipindahkan ke dalam ambulans, tim langsung menuju rumah sakit rujukan. “Selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Ibnu Sina guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tambah Suyono. Penanganan lanjutan menjadi harapan utama agar kondisi korban segera stabil.

Insiden ini menyoroti tantangan yang dihadapi tim penyelamat ketika menghadapi korban obesitas ekstrem. Penggunaan peralatan rescue, koordinasi antar unit, dan kecepatan respon menjadi kunci dalam menyelamatkan nyawa. Kasus ini juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan medis di daerah terpencil, di mana ruang terbatas dapat memperumit proses evakuasi.

Obesitas ekstremsesak napasevakuasiDPKP GresikDamkarRSUD Ibnu Sinaperalatan rescuekoordinasi

Komentar

Memuat komentar...