Korban 400kg Beruntun: Tim Damkar Evakuasi di Gresik
Gambar atau konten salah?
Di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, suasana siang yang tenang berubah menjadi tegang ketika seorang wanita dengan obesitas ekstrem mengalami sesak napas hingga pingsan. Korban, yang berat badannya mencapai 400 kilogram, tidak sadarkan diri dan segera memerlukan bantuan medis.
Perangkat darurat 112 menerima laporan pertama kali dari keluarga korban. Kepala DPKP Gresik, Suyono menjelaskan bahwa situasi sudah genting dan memerlukan penanganan segera. “Satu korban yang sedang sakit mengidap sesak napas, obesitas dengan berat badan 400 kilogram. Saat dilaporkan, kondisi korban semakin parah dan pingsan,” ungkap Suyono pada Selasa, 28 April 2026.
Setelah menerima panggilan, tim Damkar langsung menuju lokasi. Petugas menemukan korban dalam kondisi lemah, namun sudah dipasang alat bantu pernapasan. Evakuasi tidak dapat dilakukan secara biasa karena ruang terbatas di dalam rumah dan berat badan korban. Pekerjaan memerlukan koordinasi, kekuatan fisik, serta peralatan khusus agar proses aman bagi korban dan petugas.
“Korban sesak napas lalu diselamatkan dan dievakuasi bersama Dinkes Gresik menggunakan peralatan rescue. Ada 9 personel yang mengevakuasi korban,” jelas Suyono. Sembilan petugas bekerja bersama untuk memindahkan tubuh korban ke atas tandu. Proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat kondisi korban yang tidak stabil. Selama pemindahan, petugas menempatkan slang oksigen untuk membantu pernapasan dan mengikat tangan korban sebagai langkah pengamanan agar tidak terjadi pergeseran.
Setelah berhasil dipindahkan ke dalam ambulans, tim langsung menuju rumah sakit rujukan. “Selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Ibnu Sina guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tambah Suyono. Penanganan lanjutan menjadi harapan utama agar kondisi korban segera stabil.
Insiden ini menyoroti tantangan yang dihadapi tim penyelamat ketika menghadapi korban obesitas ekstrem. Penggunaan peralatan rescue, koordinasi antar unit, dan kecepatan respon menjadi kunci dalam menyelamatkan nyawa. Kasus ini juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan medis di daerah terpencil, di mana ruang terbatas dapat memperumit proses evakuasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Berita Terbaru
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
Safari Apple: Kecepatan, Baterai, dan Privasi Unggul
